old habits die hard

Lagi, saya mengulang sebuah kebiasaan lama, sudah lebih dari satu bulan, saya tidak mengupdate diary digital saya ini

percuma rasanya kalau saya mau membela diri , karena satu bulan ini hari hari saya sama sekali tidak dipenuhi oleh hal-hal yang membuat saya sibuk, malah, sebaliknya di kota yang baru ini , saya tergolong sangat santai sekali

kota yang baru?

setelah 3 hari sebelumnya melewati jalur darat yang cukup seru namun melelahkan , akhirnya saya  disini, kota yang dulu pernah menjadi impian saya untuk berkuliah, kota yang saya yakin saya akan suka iklimnya, kota yang bukan kota metropolitan, tapi  cukup besar dan dipenuhi manusia dengan berbagai latar belakang, kota kembang,..

Ya,tepat satu bulan yang lalu sampai  di kota Bandung dengan satu tujuan, menjadi saya yang yang lebih baik

Saya yang lebih baik?

Pada dasarnya saya adalah pemuda yang baik, sedikit sombong tapi tidak rajin menabung. Namun saya merasa saya harus menjadi  sesuatu yang lebih, dari segala sektor. Kabarnya misi utama saya, adalah menemukan pekerjaan yang cocok ( baca : santai dan bergaji besar) agar saya lebih baik secara finansial dan berusaha tidak lagi bergantung kepada orang tua. Disamping itu saya juga ingin berkenalan dengan kota dan ras yang lain, agar saya lebih baik secara pergaulan. Saya ingin memperkaya pengetahuan saya tentang Buku, Novel, Film, Anime , Games agar saya lebih baik secara pemikiran.dan semua hal yang membuat saya menjadi the better Rayes. Diet? Itu belum kepikiran

Namun setelah satu bulan? Apakabar semuanya ?

Saya masih belum dapat kerjaan, ternyata melamar kerja tidak semudah yang saya bayangkan dan saya tidak sekeren yang ada dikepala saya. Beberapa contoh tulisan saya ditolak dan disuruh belajar, sementara CV dan surat lamaran saya tidak ada balasan. Padahal dikepala saya, saya sudah siap jiwa dan raga untuk di interview oleh cewe manis berblazer sexy . Dan tak lama kemudian, mulai bekerja. Imajinasi Cacad.

Bandung juga kota yang dikenal memiliki satu juta komunitas, dan ratusan tempat2 nongkrong asik. Dimana saya ?

Saya sibuk di depan laptop.chattingan berjam jam, nonton serial, dan filmfilm terbaru , karena kebetulan kontrakan teman dimana saya menumpang untuk sementara waktu diisi para pencinta film dan games. Gift or curse?   Paling jauh Cuma ke warnet dan  taman bacaan yang sudah saya tandai di awal kedatangan saya disini. Dejavu. Yang lancar baru angkot sampai simpang Dago yang Cuma sekian menit dari kontrakan, trus baru satu kali jalan di Braga, dan dua kali nongkrong di depan gedung sate, itu juga ditemenin.

Entahlah, ternyata kota besar ini sama sekali tak merubah saya, saya masih raksasa yang terkurung didalam goa. Kalaupun ada perubahan yang mungkin terdengar positif adalah, bahwa saya sudah mulai akrab dengan twitter, sosial media yang sudah hampir menggantikan facebook yg sudah  hampir ditinggalkan, itu saja. Sama sekali tak istimewa.malah terdengar….. katrok.

where have you been handsome?

Kesimpulannya, Mengutip seorang teman saya yang cantik, gila dan suka nulis juga:

ternyata bukan masalah dimana, tapi siapa..

Tapi ibarat dua sisi koin, sepertinya saya akan mencintai kota ini. cuacanya tak jauh beda dengan kota dimana saya dibesarkan,cuaca yg bisa membuat pencinta jacket dan sweater berbahagia,   penduduknya ramah, dan kiri kanan kulihat saja, cewe-cewe manis semua, dan jauh diatas itu semua, GORENGANNYA BANYAK DAN MURAH !!

Mari kita lihat di episode selanjutnya, apakah saya bisa survive?

Yah, old habits, die hard

Yippikae…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s