A-KU-CING

Saya tidak benci kucing, sama sekali tidak

Karena selain alasan kalau kucing ini konon adalah hewan kesayangan nabi Muhammad, saya adalah jenis pria sanguinis-melankolis, yang kalau diterjemahkan menurut versi saya sendiri  adalah pria terkenal nan ceria namun juga mudah tersentuh hatinya

Serius, saya pernah nangis bomberman ketika ank kucing saya dimakan anjing didepan mata saya, yah saat itu saya dan anak kucing malang tersebut Cuma dipisahkan kaca jendela.dramatis memang, apalagi ketika bunda datang dan menasehati saya : “ sabar nak, relakan dia pergi”

Namun dewasa ini ( cieeeeeeeaahh), saya  tergolong kurang peduli kepada mahluk yang tergolong imut ini, padahal dirumah, sudah berdiri komunitas kucing yang cukup besar walau belum berskala internasional. Kucing –kucing tersebut sepertinya  punya insting untuk mengenali  yang mana mahluk penyayang yang mana yang tidak, buktinya kalau pulang mereka akan selalu mengerubungi saya dan melaporkan perlakuan tidak berprikekucingan  papa.

Meowmeowmeong-begitulah bunyinya

Saya Cuma bisa manggut manggut, tidak tau harus memihak siapa karena setelah diadakan reka ulang, ternyata si kucing ternyata tidak terbukti tidak bersalah juga, beberapa kali hasil pencernaan mereka  teronggok cantik di tempat yang tidak seharusnya. Beberapa kali juga mereka terbukti tidak menghabiskan jatah makan mereka, sementara ketika kami makan mereka pun melakukan melakukan serangan yang sudah  berada diluar batas kewajaran !!

Semenjak itulah, saya mulai merasakan sesuatu yang agak berbeda ketika melihat mata mereka, seandainya boleh diterjemahkan kedalam  bahasa india : kuch kuch hota hai.

Serius.perasaan ini berbeda. Kadangkala saya mengamuk habis habisan ketika saya mangincoan makan mereka, mereka tetap mengeong-ngeong, melakukan tari-tarian mengerikan di kaki saya,

Atau ketika saya sedang serius main game atau sekedar mengetik , tiba tiba saja mereka duduk seakan akan hendak didongengkan tentang apa yang saya tulis..atau hendak beromantis romantis ria dengan saya yang jarang pulang… dan saya tidak duka hal seperti itu..maka saya akan menyingkirkan mereka..dan..mereka kembali melakukan hal tadi ..dan begitulah seterusnya

Bukan cintanya yang terlarang, hanya waktu saja belum tepat

Namun herannya, seperti yang saya sudah singgung diatas, setelah melakukan itu semua, jiwa melankolis romantis saya pun keluar, sehingga saya merasa begitu kejam dan bersalah terhadap mereka. Mengacuhkan mereka yang butuh kasih sayang, yang rindu perhatian…..apalagi mata mata mereka yang walau tidak semellow mata Antonio Banderas di film Shrek, mampu membuat saya luluh juga..

Saya bingung, saya tidak tega melihat mereka, tapi saya juga tidak suka melihat isi perut mereka berserakan dimana-mana, saya tidak suka kuku kuku mereka menempel di badan saya, saya juga tidak suka dengan meong meongan tanpa henti tersebut..

Kadang suka, kadang tidak, kabhie kushie , kabhie gum

Nb: khusus buat kucing hitam yang menatap mata saya ditengah malam badai ketika saya masih dikostan beberapa minggu yang lalu, saya tau, kamu bukan kucing biasa..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s