MIMFEE

Ini Cuma pindahan dari perbincangan saya dan beberapa orang teman di sebuah kedai kopi, ketika lewat tengah malam di suatu hari ..

Semua berawal ketika salah satu dari kami bercerita tentang kakak salah seorang dari kami yang mau berangkat ke Amerika, karena mendapat panggilan dari NASA. dan seorang teman berkomentar kalau NASA merupakan salah satu pekerjaan impiannya, tapi sekarang sepertinya , itu Cuma bisa jadi mimpi ..

Dan salah seorang dari kami, yaitunya saya sendiri pun bernasehat, mengutip sebuah kalimat yang mungkin saja sudah sering kita dengar dari manusia-manusia  sekaliber Mario teguh dan tung desem waringin.

BERMIMPILAH…SELAGI BERMIMPI ITU GRATIS

Untunglah sampai saat ini bermimpi, masih merupakan hal keren dan luar biasa yang belum di pungut bayaran.Mari kita bayangkan bagaimana seandainya  mimpi kita tidak lagi gratis,atau paling tidak, setiap mimpi kita memiliki tariff : semakin tinggi sebuah mimpi, semakin jauh kenyataan dari keadaan kita sekarang, maka kita akan membayar dengan harga yang lebih mahal…

misalnya : saya yang dilahirkan ditengah keluarga sederhana dan ala kadarnya, akan di charge sekian ratus ribu, ketika saya berani bermimpi menaiki kapal pesiar.karena dalam kenyataannya, saya belum pernah naik kapal pesiar.

naik kapal terbang saja saya belum pernah.. -_- ‘’

satu satunya cara untuk membuat mimpi itu menjadi gratis adalah dengan berusaha menabrakkan kapal tersebut ke sebuah gunung es di tengah laut….. lucid dream 

tapi, seandainya..

ketika kapal terbelah, dan saya harus mengalami adegan romantis dan mengorbankan diri saya untuk keselamatan sang cewe, maka saya mungkin akan membayar lebih ketika di akhir pekan, seorang petugas mimpi menagih  mimpi2 yang sudah saya ….mimpikan.. dengan alasan : saya tidak mirip dengan leonardo di caprio..

seorang teman juga berkata, kalau seandainya, anak jurusan Sastra Inggris seperti saya ( dan juga mereka ) ini harusnya tidak bermimpi untuk menjadi dokter atau astronaut, karena kami akan membayar banyak  ketika bangun tidur, namun seandainya kami bermimpi untuk bekerja di BANK, itu adalah sebuah mimpi level normal, dimana kami tidak dipungut bayaran…
bayang-bayang sapanjang badan

dan ujungnya, tentu kami, kaum adam, harus merogoh kocek lebih besar, kalau berani mempimpikan Angelina Jolie, Kim Kardashian, Katy Perry ataupun Cuma Olla Ramlan

saya setuju dengan pendapat seorang teman, seandainya hal ini benar-benar, terjadi mungkin akan lebih banyak kopi dirumahnya dibanding beras…

berarti Cuma orang berduit lah yang akan menikmati2 mimpi luar biasa, karena mereka mampu untuk membayar mimpi2 tersebut, karena  bagi mereka itu bukan mimpi, Cuma review kegiatan harian 

ah, tapi kan ini Cuma mimpi, bukan, ini Cuma berandai-andai, lagian kalau ini mimpi, siapa peduli, ini Cuma mimpi bodoh yang tidak akan di pungut bayaran oleh para badan mimpi nasional di tiap bulannya..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s