50th: INDIA

“Cinta adalah persahabatan, kalau aku tak bisa menjadi sahabatnya, maka aku tak bisa mencintainya”

Bagi para remaja tahun awal yang sebaya dengan saya, pasti ingat dialog film india satu ini

begitulah, secara tak sengaja, kemaren malam saya hadir di channel khusus India, tepat ketika secene ini, saat dimana miss Braganza mananyakan definisi cinta kepada murid-muridnya di mata kuliah yang entah apa, yang dijawab dengan luar biasa oleh RAHUL, seorang jagoan kelas, dengan kutipan diatas, yang membuat ANJALI, sahabatnya, sekaligus partner kerennya dikampus termangu, sementara , TINA mahasiswi pindahan yang juga murid kepala kampus yang entah jurusan apa juga, tersenyum-senyum, Begitulah penjabaran sekilas tentang salah satu scene di film yang menyamai kesuksesan AADC nya negeri kita ini, dan saya tidak akan membahasanya lebih lanjut, karena teman-temen yang satu atau dua generasi diatas dan dibawah saya, PASTI tau tentang film ini. dan buat anak-anak sekarang, dan 2 atau 3 generasi sesudahnya.. I feel sorry, karena menurut saya yang sangat suka subjektif ini, belum ada film India yang bisa menyamai kisah ini, kecuali..mohabbatein..mmhh.. mungkin mendekati, KABHIE KUSHI KABI GUM,belum.. satu-satunya yg bisa saya sejajarkan ada MUJHSE DOSTI KAROGE yang menurut saya semacam reinkarnasi dari kuch-kuch hota hai sendiri..

Okeh, di edisi kali ini saya pengen bahas india khususnya, kali ini secara universal, tentang bagaimana saya dan india bisa dipertemukan, saling menari kemudian jatuh cinta dibawah guyuran hujan

Percaya atau tidak saya dilahirkan dibawah kenaungan bintang keindiaan, buktinya nama saya, RAYES MAHENDRA, sudah pasti ada bau-bau india, dan hampir setiap ada absen baru, dikelas mana saja bahkan sampai di bangku kuliah, selalu ada komen seperti ini
OO, RAYESH KANA, KAMU DARI INDIA YA ?
Sementara sejujurnya sepengetahuan saya, walaupun wajah saya perduan Salman Khan dan Hritihik Rosahn, saya tidak punya keturunan india sama sekali. Kecuali mungkin, gajah india -kalau di tilik dari postur tubuh-

Saya akui saya memang menyukai India, walau tidak terlalu mengeluti ke akar-akarnya seperti salah seorang teman saya, sebut saja Gery, yang bahkan mampu mendeteksi kesalahan lirik pada lagu india yang dinyanyikan orang sipil dalam radius 200 meter.makanya, tolong hati-hati dalam bernyanyi India kalau Gery sudah anda disekitar anda, sebelum dia memperbaiki kesalahan lirik dan pengucapan anda..terutama buat saya yang mungkin saja sebentar lagi akan di protes gery habis-habisan karena salah menulis judul film dan nama bintang film india..

gery, bollywood prince

Mungkin generasi saya bisa dikatakan jatuh cinta pada india dengan sendirinya, karna memang, di masa keemasan kami, frekuensi pemutaran india di tivi berasa diatas rata-rata normal. Kalau saya tidak salah, hari jumat, adalah hari dimana india Berjaya, hari dimana para pedagang buah dirugikan oleh perkelahian si baik dan si jahat, yang sebenarnya merupakan kakak adik, yang dipisahkan oleh tuan takur berkumis subur,belum lagi film india merupakan komoditi utama di rental rental VCD / sekarang rental tradisional, posisi kedua setidaknya, setelah film2 rahasia yang tidak disebutkan namanya,
Dulu, saat itu, setidaknya didaerah saya bukan Cuma irian yang jaya, tapi juga india jaya. Jaya jaya jaya jaya

Walau pernah mengalami kemunduran dan hampir dilupakan, India kembali mengalami masa jayanya di negeri ini, setelah slum dog millionaire meledak di pasaran, orang-orang seperti tersadar kembali BOLLYWOD MASIH ADA, kemudian berturut muncullah My name is khan, dan Three idiots yang berhasil membuat india kembali menajdi buah bibir. Dan terkahir, perwira polisi yang akhirnya memilih keluar dari kepolisian karena merasa jago nyanyi india..

Ya india, apapun itu, akan tetap diterima baik di negeri ini, terbukti apapun ceritanya, dimulai dari jual beli sapi, temenan gajah dan ular, pertikaian agama, perebutan tanah, cinta-cinta remaja, persahabatan, pejuangan, anti teroris, sampai thriller dan horror gaya Hollywood semuanya tetap diterima di negeri ini.

Selamatlah buat negeri yang dulu ( mungkin sekarang masih) sangat diidam-idamkan seorang sanak saya : Atika Zata Amani, yang sekarang tengah sibuk bekerja di salah satu stasiun tv.

tika : boneka cantik dari india

Saya pribadi, di tengah gempuran Hollywood yang tengah saya dalami, tetap tak bisa melupakan negeri para dewa ini, terutama Pretty Zinta, Bipasha Basu, Amisha Patel dan………. john Abraham..walau poster poster mereka yang dulu bersanding cantik dengan poster pegulat semacam HHH , Big Show dan the Rock tidak lagi ada dikamar saya,Walau saya akui, dalam beberapa waktu belakangan Cuma my name is khan dan three idiot ah daftar film india yang saya konsumsi..bahkan, Ra-one, film superhero india yang terbaru , belum saya nikmati.saya kalah dari Gery

Sebelum mengkahiri tulisan ini, saya masih menganggap nama saya yang berbau india ini sebagai sebuah misteri, karena tidak ada penjelasan mumpuni, saya percaya, mungkin nama ini didapatkan orang tua saya dari seorang pemuda yang bernama Rayes dimasa lalu mereka, yang berarti masih ada kemungkinan pemuda keren itu adalah saya yang melakukan perjalanan lintas waktu.

Terakhir, mengenai kutipan diatas tadi, benar kata orang kalau tak ada salahnya menonton sebuah film berulang-ulang, karena seiring bertambahnya umur, bertambahnya ilmu, kita kan melihat sebuah film dengan cara berbeda, seperti saya yang tidak lagi simpati dengan rahul, pria yang dulu sangat keren dengan siulan khasnya di kkhth, malah saya melihatnya sebagai pria maruk yang tak begitu setia. Saya berani berkata seandainya Tina tidak meninggal saat melahirkan Anjali, dan Rahul bertemu Anjali. Maka pasti perselingkuhan akan terjadi. Dan seperti itu juga yang terjadi dengan kutipan diawal tulisan ini, saya tidak lagi begitu setuju dengannya…

NB: kalau ada yang bertanya kenapa saya tidak membahas tentang nyanyi dan tarian india, jawabannya adalah karena seorang teman saya yg cantik, sudah membahasnya disini : http://kalongtapikebo.blogspot.com/2012/02/ketika-kehidupan-film-india-menjadi.html

-tar, INI TIDAK GRATIS-

Advertisements

3 thoughts on “50th: INDIA

  1. Setuju Gan, waktu masih kecil ane nonton fil kuch kuch hota hai sampe nangis ;(
    gatau kenape juga, trus film ini juga menginspirasi ane yang dulunya manggil Babeh dengan Nama jelasnya jadi manggil dengan sebutan ‘Ayah’ ;(

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s