12022012

Peringatan awal: buat kami, kereta memang masih tergolong alat transportasi langka, yang memang patut untuk di ceritakan, karena kami memang tidak tinggal di pulau yang sudah menggunakan kereta sebagai salah satu alat transportasi utama, kereta di tempat kami tergolong istimewa, saat ini Cuma untuk kendaraan wisata, dan …dulu….untuk mengangkut batu bara..

Jadi, kalau sudah paham dengan pengantar diatas, selamat membaca…

Ini kali kedua, saya dan beberapa orang teman memutuskan untuk menikmati hari minggu di pantai entah apalah namanya di kota pariaman.sebuah kota tak jauh dari kota sekarang.

di pantai pariaman ini tak ada yang istimewa sebenar nya. karena disini saja , dikota ini juga terkenal dengan pantai, atau biasa disebut taplau yang cukup terkenal akan keindahan dan kemesumannya ,

kecuali satu hal, sesuai peringatan diatas, kami kesana , ke pariaman dengan ……KERETA

Terdengar kampungan memang, tapi begitulah kenyataannya, terutama bagi saya, jenis anak muda bermuka tua dan bermuka dua yang menghabiskan sebagian besar waktunya di depan layar bercahaya ataupun hibernasi didalam kamar, kegiatan ini jadi sesuatu yang sekali lagi, istimewa.
Awalnya, cukup banyak dari anggota persekutuan kami yang bersepakat untuk ikut, tapi mungkin, karena hujan yang turun dengan derasnya di pagi hari, dimana saat itu saya sudah mandi dan menggosok gigi ( sesuatu yang jarang terjadi ) , beberapa teman masih tidak sanggup untuk berpisah dari tempat tidurnya.

Anjang atau yang lebih dikenal oleh orang tuanya dengan nama ade, sebagai lokomotif pergerakan kami hari ini, sudah beberapa kali menelpon untuk menanyakan kepastian keikutsertaan saya, soalnya beberapa orang teman sudah berada di TKP,dan kereta tak menunggu lama… terutama si ulat lincah, ULIL yang rela menembus hujan yang cukup deras demi sampai ke stasiun saat yang lain belum satupun nongol disana

Saya, yang seperti saya ceritakan diatas, sebenarnya sudah siap lahir dan bathin, moral dan materil…(ehm…moral saja, materil sih pas-pasan) masih berada di kostan saya, bahkan sampai ferli, anggota persekutuan yang juga satu kostan, sudah berangkat duluan ke stasiun
Karena saya harus menjamin dua orang bidadari yang ikut serta diperjalanan kali ini tidak ketinggalan kereta. Ehm, alasan sebenarnya adalah, karena dua orang ini, ya..dewi dan suci dari kemaren malamnya sudah mempersiapkan perbekalan untuk acara ini,sampai pagi tu, mereka mendahulukan mempersiapkan nasi dibanding mandi.karena itulah, singkat cerita, saya, suci dan dewi menjadi orang yang terakhir datang.beberapa saat sebelum kereta diberangkatkan…

Ternyata, sesampai disana, teman-teman saya yang tercinta yang sekali lagi ternyata Cuma ada 6 orang, : ferli, anjang, capunk, richard, ulil dan Ronald belum membeli karcis ( atau tiket?) sama sekali. Dan ketika kami datang, barulah benda apapunlah namanya di beli, dengan hasil:

pulang pergi, TANPA TEMPAT DUDUK, dengan harga sama

Kami memasuki gerbong yang kami pilih secara random, dan dengan modal TNPA TEMPAT DUDUK, kami mencari tempat duduk yang masih kosong, HAHAHAHA.ironi, tapi memang begitulah kenyataannya. Akhirnya, ada 4 kursi kosong ( emang ruangan kelas?) dan kami memberi kesempatan para cewe untuk duduk, maka duduklah suci dan dewi, diikuti ulil dan Ronald. percayalah, Yang dua belakangan bukan cewe

Sementara 5 orang lainnya yang tersisa akhirnya terpilih menjadi power ranger

Sementara 5 orang yang tersisa, termasuk saya didalamnya berkelana mencari peruntungan dan akhirnyaa…( padahal Cuma jalan ke gerbong sebelah ) kami menemukan gerbong yang kosong melompong, Cuma diisi oleh..KAMI..

Sempat ragu, kalau kami akan dikick ( baca: diusir), tapi kami tetap duduk disana seperti kereta itu rumah bako kami, dan setelah banyak pihak berwenang lalu lalang dan membiarkan kami duduk disana, maka… kami pun segera memboyong 2 cewe dan dua cowo di gerbong sebelah tadi, ke gerbong kamidan disanalah kami, duduk dikereta like a boss, like a sir..

Untuk mempersingkat waktu,

Maka kami sampai di pantai yang sudah saya sebutkan entah apalah namanya diatas
Dan yang pertama kali kami lakukan adalah..

MENCARI TEMPAT UNTUK MAKAN..

Karena sepanjang perjalanan tadi bau masakan yang khusus dimasak dewi dan suci untuk perjalanan ini sudah menyerang hidung beberapa dari kami secara bertubi-tubi

6 bungkus nasi dan sekian plastic lauk yang terdiri dari dadar , mie dan tempe balado habis dalam hitungan menit..

Dan kami pun melanjutkan ke acara inti yaitu foto-foto dan……foto foto
Yang juga menjadi satu2 nya acara menarik selain menonton cewe2 SMA yang berlarian2 dalam balutan kostum olahraga 😛

Nikon zul capunk, dan camdig sony Richard benar-benar menjadi pahlawan perjalanan kami hari ini,terima kasih.

satu jam sebelum kereta kembali ke kota kami,kami memutuskan untuk beristirahat , bercanda sekaligus melepas lelah di ..sebuah masjid dekat stasiun..
Dan kafirnya, ketika ayat alquran mulai mengalun, kami pun segera bergerak menuju stasiun 😛

dan kereta kami datang….

Awalnya, saya sudah memilih kursi di gerbong yg entah keberapa yang di depan kiri dan kanan saya diisi oleh cewe cantik semua, namun tiba-tiba ulil mengumukan kalau gerbong paling belakang masih kosong, maka, atas nama solidaritas bergeraklah saya dan beberapa lainnya ke gerobong pilihan ulil..Gerbong paling bungsu, yang seandainya di belakang kami ada truk dengan pengendara yang lagi mabok, maka kami adalah sasaran utama

Tapi masalahnya bukan itu, masalahnya adalah, bahwa ternyata gerbong tersebut tidak benar-benar kosong,

2 kali saya terpaksa pindah bangku, karena pemilik bangku yg asli datang dan berkata:

DA, DUDUAK DIMA DA? TADI KAMI DUDUK DISIKO ..

Terlepas dari tampang saya yang ternyata sudah terlihat tua, yang saya tak habis pikir adalah bahwa ternyata,

DIMANA BUMI DIPIJAK DISITU LANGIT DIJUNJUNG

DIMANA ANDA DUDUK KETIKA BERANGKAT, ANDA HARUS DUDUK DISANA JUGA KETIKA PULANG

Entahlah, saya tidak tau ada aturan begitu atau tidak, tapi, ketika kepergian saya yg pertama dulu, untuk kepulangan, menurut saya ( baca : kami) itu adalah masalah siapa cepat dia dapat..sekali lagi entahlah..

Akhirnya, saya dan zul memilih untuk berdiri di dekat toilet,sementara yang lain ‘berhasil’ duduk, sekali lagi walau tanpa tiket tempat duduk,

tak masalah, karena pemandangan disini sangat bagus, ada dua cewe bening berbodi maut tepat dihadapan kami , sementara cowo2 yang bersama mereka terlihat seperti homo.jadi, kali aja kami punya kesempatan

TaK masalah juga, ketika sekelompok pemuda yang lebih muda dari kami menuduh kami tidak bayar tiket, paling tidak, ada oleh2 kato nan ampek dari ulil yg harus dia bawa pulang

Tak masalah juga, ketika segerombolan ibu-ibu menuduh kami pemumpang gelap, toh mereka mendapat suguhan menarik ketika ulil dengan pedenya buka baju berjalan di sepanjang gerbong

Akhir perjalanan , akhir cerita, saya mempelajari satu dua tiga empat atau lima hal:

Pertama, bahwawa;aupun datang telat, para peserta tur selain saya sangat bahagia akan kedatangan dewi dan suci, selain sandwich dan nasinya, tanpa mereka perjalanan ini bisa saja di cap sebagai tur kaum Sodom dan gomora

Kedua, bahwa ternyata kita tidak bisa a memaksakan, apa yang ada di pikiran orang lain untuak menyetujui apa yang kita pikir lebih gampang, simple dan ga ribet yg ada dalam pikiran kita

Ketiga, bahwa ulil benar-benar bermental dewa

Keempat, bahwa seandianya kami punyatiket tempat duduk, mungkin kami akan punya pikiran beda..

kelima, PENUTUP.

KI-KA : richard, dewi, cici, SAYA ( yang paling oke ), ade anjang, ferli, ronald,dan yang duduk pegang akua itu, si dewa ulil
Advertisements

4 thoughts on “12022012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s