GONDRONG NO MORE

Lebih dari satu tahun belakangan, saya menganut kepercayaan gondrongism, sebuah kepercayaaan bahwa saya akan bertambah keren dengan rambut panjang.

Di kepala saya, dengan rambut gondrong seperti ini saya jadi terlihat lebih misterius, semacam2 nicholas saputra di film ada apa dengan cinta tapi kenyataannya saya lebih mirip gendruwo. ga apa. ad misterius misteriusnya juga

Di kepala saya, dengan rambut gondrong saya terlihat seperti cowo-cowo terpilih pemegang belt kamen rider.ternyata saya malahan lebih mirip monsternya

Dikepala saya, dengan rambut gondrong , saya merasa seperti bishounen/ cowo2 manis yang keluar dari serial cantik jepang, namun banyak yg bilang saya malah lebih mirip otaku– geeknya jepang-

Tapi apapun itu, entah kenapa saya merasa cocok dengan rambut gondrong saya. Rambut ini benar-benar merefleksikan siapa diri saya sebenarnya. Dan rambut ini pun ( saya rasa) sangat matching dengan gaya saya yang …….tidak begitu rapi.begitulah saya menyebutnya

Ya, saya harus jujur, kalau rambut saya yang gondrong ini memang sedikit menderita berada di tangan saya, maksudnya di kepala saya. Karena saya jenis orang yang agak tidak peduli dengan kosmetik2an.apalagi tetek (? apa ini. apa?) bengek rambut-rambutan. Saya memang jarang shampooan. Apalagi ngasih vitamin rambut. Sisiran ? apalagi. Semenjak di bangku kuliah, saya tidak mengenal lagi yang namanya sisir. Tapi walau begitu saya sangat percaya, rambut gondrong ikal saya ini sangat keren !! TOTAL !!

Di kampus pun, buat beberapa saat belakangan, saya tergolong cuek dengan peraturan yang tidak memperbolehkan mahasiswa berkaos oblong, bercelana bolong dan berambut gondrong. saya dengan pedenya lalu lalang di koridor fakultas dengan 3 hal diatas: dead man walking. Kalau ditegur para dosen berwenang pun saya masih bisa tersenyum dengan kerennya

Tapi belakangan, saya menjadi ragu mampu apakah mampu mempertahankan rambut ini atau tidak, karena saya akan sampai di batas akhir keberadaaan saya di fakultas ini, yang berarti akan ada ancaman yang lebih besar untuk menghabisi rambut ini…

Bebrapa teman sudah menyarankan untuk menghabisi saja rambut ini ketika saya sudah memutuskan untuk mendafar untuk sidang.tapi saya mampu bertahan dengan godaan godaan tersebut. Waktu mendaftar saya sengaja memakai penutup kepala agar tidak terlalu heboh.dan saya sukses, walau saya tetap diperingatkan untuk segera merapikan rambut.

Saya berpikir, kalau sudah lewat proses daftar mendaftar, maka saya akan dengan lancar masuk ke ruang ujian nantinya dengan rambut gondrong yang sudah saya rapikan, rapi disini sama dengan menguncir rambut tersebut, dan alih lih mirip ronin, sebutan samurai tak bertuan di jepang, saya malah lebih mirip tante2 yang pake konde , sanggul atau apalah namanya. Tapi apapunlah itu paling tidak saya saya sudha berusaha rapi

Namun apa mau dikata, ternyata saat nama-nama penguji dikeluarkan dnegan resmi. Dan saya harus minta tanda tangan,memberi undangan dan menyerahkan skripsi,Salah seorang dosen saya tidak terima penampilan saya yang seperti tersebut diatas,dan argument, pembelaan dan permohonan saya pun tidak ada artinya. padahal saya sudah menghadap beliau dengan penampilan terapi yang saya miliki .

Rambut dikuncir+ diminyaki + kemeja dikancing+ jeans lumayan bersih + sepatu ( walau tanpa kaus kaki)

Dan yang lebih parahnya lagi, si dosen tersebut adalah salah satu pemegang kekuasaan penting dimana saya akan banyak berurusan dengan beliau.sementara, 3 dosen penguji lainnya tidak mempermasalahkan rambut saya yang seperti kotoran sarang burung ini, menurut mereka : YANG DIUJI KAN ISI KEPALANYA, BUKAN RAMBUTNYA

tapi apa mau dikata, SAYA KALAH

dan saya pun memberitakan kabar buruk ini kepada teman-teman saya yang ( sialnya) menyambut baik berita tersebut. Karena memang, beberapa hari belakangan mereka sudah meminta saya dengan baik-baik untuk memotong rambut saya,bahkan mereka sudah sepakat kalau saya tidak memotong rambut ini dalam batas waktu yg ditentukan. Mereka akan melakukan tindakan kejam terhadap rambut saya, seperti tertera di bawah ini :

1. Menempelkan permet karet
2. menunggu saya tertidur pulas, kemudian diam-diam mengguntingi
3. membakar habis!!

Saya tidak mau, musti terharu atau kesal dengan tindakan mereka

Akhirnya, setelah mengingat, menimbang dan memutuskan, setelah sempat galau dan uring-uringan, Saya pun dengan berat hati mengikhlaskan rambut saya untuk di potong

Dan ternyata memang benar yang dibilang banyak orang, kalau sesuatu itu baru berarti saat kita akan kehilangannya: rambut saya terlihat semakin keren saat terlihat di kaca beberapa saat sebelum di semblih.
Semakin galau saat mas bondan, hair stylist saya tersebut berkata … SAYANG YA, PADAHAL LAGI BAGUS-BAGUSNYA

WTF!!

Singkat cerita, rambut saya pun dihabisi, dan akhirnya SAYA GONDRONG NO MORE
Saya kembali menjadi cowo lucu berambut pendek, berkacamata dan …..SANGAT TAMPAN
Hal yang sudah saya coba sembunyikan sejak dulu… yang akhirnya diketahui pertama kali oleh dewi dan suci yang langsung menemui saya demi melihat transformasi saya -_-‘’

Tapi, setampan apapun saya, saya masih belum ikhlas berpisah dengan rambut gondrong saya, saya galau, saya kalah

Dan..rambut sependek ini, menuntut membuat saya terlihat RAPI…hal yang paling saya takuti..

Sampai di kostanpun, teman saya yang memang kurang kerjaan langsung mengambil foto terbaru saya dan menyebarkannya lewat BBM. Maka muncullah jutaan komen , dari yang mengucapkan selamat, tertawa, nostalgia, sampai yang bilang saya mirip bintang film india… yang saya percayai, sebagai pemeran gajah tentunya..

Sejenak saya merasa seperti beckham yang juga sempat membuat dunia heboh saat dia memotong rambutnya, atau paling tidak seperti sakuragi dari manga slam dunk ketika dia melakukan hal yang sama pada rambut merah iconicnya..

Entahlah, walau saya kalah, tapi saya yakin saya telah membuat orang lain berbahagia: beberapa orang dosen, keluarga, teman-teman juga tetangga yang kabarnya merasa ketakutan dengan rambut saya sebelumnya.
Terkahir, saya akan membagi sebuah nasehat dari seorang idola saya :

“Ingat, Oscar Wilde, Gindho Rizano, Steve Jobs, John Lennon dan Tom Cruise , semua pernah menggunting rambut gondrong mereka. Dan mereka tak pernah kalah”

Bagi yang tidak tau dengan gindho rizano, beliau adalah master yang memberi saya nasehat ini, dosen saya yang juga seorang rocker, yang juga menganut gondrongism.yang kebetulan juga akan membantai saya di sidang selasa depan.

Mudah2an, seperti yang beliau katakan, saya tidak kalah.
Gondrongism never die !!

Advertisements

3 thoughts on “GONDRONG NO MORE

  1. hahahahahha…sampe segitunyaaa…ckckck
    brarti benar komentar ani pertama nge liat bg tadi pagi..abg ga ganteng lagi tanpa rambut gondrong..hahahah…..:D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s