JOKES ARE SERIOUS THINGS

Saya merasa sangat beruntung dilahirkan ditengah keluarga kecil yang gokil. Keluarga kecil disini bukan berarti kami dilahirkan dalam wujud kurcaci atau jembalang sawah, malah sebaliknya, beberapa dari kami mempunyai postur tubuh yang melebihi manusia biasa. Papa, misalnya sangat mirip dengan bintang action chuck Norris, Cuma bedanya papa saya tidak pernah dieluelukan sebagai dewa diinternet. Papa saya Cuma menjadi dewa simata saya. Dan kebesaran itu pun di turunkan kepada saya. Kembali ke keluarga kecil tadi, saya dan dua adik saya yang berjenis kelamin sama dengan saya, sangat beruntung ditengah keluarga yang sangat sederhana, bisa merasakan kehangatan keluarga.terdengar klise, tapi memang begitulah keadaannya, say lahir di keluarga yang penuh tawa. Papa dan bunda adalah dua orang yang sangat hobi becanda. Waktu kecil , saat saya masih cupu dan kaku, saya Cuma bisa tersenyum ketika berhadapan dengan lelucon mereka, namun perlahan ketika mulai beranjak gila, maka saya sangat bangga mempunyai orangtua dengan jutaan sindirian2 halus, cimeeh, plesetan dan teka teki dikepala mereka.dan lama kelamaan saya bisa ikutan bercanda, dan membuat mereka balik tertawa. Menjadi seperti teman, tapi tetap menghormati mereka.karena saya tau BATASANNYA. Beberapa orang teman yg datang ke rumah, pasti sudah tau bagaimana rasanya,Yah, saya sudah terbiasa.

Bertemu dengan teman-teman yang ‘gila’ semasa SMA, juga membuat saya mengerti apa itu artinya becanda, saya ikut terlena dalam dunia penuh tawa mereka. Bahkan waktu akan penjurusan ketika akan naik kelas 11, saya seru sendiri membayangkan bagaimana rasanya bertemu mahluk2 penuh tawa dan canda di jurusan ilmu sosial. Saat saya membayangkan betapa kerasnya tawa, seharusnya saya juga membayangkan stress dan tangis para guru ketika berhadapan dengan kami. Dan memang, itu yang terjadi. Dan saya sudah terbiasa.

Puncaknya, Ketika duduk dibanku kuliah, kebiasaan itu berlanjut, saya masih dikenal sebagai orang yang susah untuk dibawa serius, bawaannya pengen becanda, bahkan dalam kelas, atau ketika teman-teman sedang serius. Apalagi ketika dtahun tahun terakhir kuliah, ketika berkenalan dengan sekelompok teman yang mempunyai kebiasaan yang sama : bercanda dan tertawa tiada henti !!!! maka semakin meroketlah karir saya

Setiap hari ejekan demi ejekan, hinaan demi hinaan mengalir dari mulut2 indah kami, dan kemudian tertawa bersama-sama. Sepuasnya. Tak peduli, siapapun yang masuk ke dalam lingkaran kami, berarti sudah siap untuk dibantai, dan membantai dengan permainan kata, sindiran, dan cimeeh dengan tingkat yang gila-gilaan. Siapapun yang rodanya sedang berada dibawah, harus punya satu tameng luar biasa bernama KESABARAN, selain itu tentunya, harus siap dengan taktik tertentu semisal : membalas dengan balasan setimpal, mengalihkan kepada korban lain, atau cuek dan diam, dan itulah seleman-lemah iman.

Namun, sukurlah, dari sekian banyak ejekan dan hinaan yang terlontar, Cuma sepersekian yang menganggapnya benar-benar sebagai hinaan, dan cacian, sampai harus emosi dalam menganggapinya.saya benar-benar bersukur telah melewati fase-fase diatas, yang akhirnya membantu saya berada di fase penuh hantaman canda dan garah kudo seperti ini, fase –fase yang membuat saya terbiasa. Karena kalau tidak, dengan hantaman, cacian dan sindiran di sekitar saya sekarang ini, saya pasti punya sejuta alasan untuk emosi dan menghantam siapa saja ! tapi sukurlah, sampai detik ini diturunkan saya belum melakukannya.

Bagi kami, ini Cuma sebuah dinamika, bagaimana sebuah lingkaran mengisi hari-hari kami, berputar mambunuh waktu yang tak kan pernah berhenti. Lebih jauh lagi, bagi saya pribadi, ini adalah sebuah proses kreatif, dimana setiap orang akan dituntut untuk menemukan celah dan membuat joke2 segar untuk ‘menghantam’ lawan, atau mampu membuat pertahanan luar biasa dengan menciptakan counter joke. Benar-benar sebuah proses serius, yang butuh pemikiran serius dan mahacepat. dan walaupun terlihat becandaan kami tiada batas, kami sebenarnya punya batas batas tertentu yang tak tertulis, tak terucapkan , tak kasat mata, saat salah seorang dari kami lupa, maka yang lain biasanya kan mengingatkan. Karena buat kami, tujuan kami benar-benar Cuma buat lucu-lucuan dan menghasilkan tawa. Bukan luka. Dan setiap orang akan mendapat masanya sendiri. Detik ini menertawakan, detik berikutnya bisa saja manjadi korban.

Ini memang semacam seleksi alam dengan evolusi sebagai jalan , semuanya butuh proses pelan, namun setiap orang akan mengalami perubahan,dan mengalami penyesuaian, butuh waktu memang, tapi suatu saat seseorang yang dibawah pun akan mampu menghantam balik!

Seserius itukah? IYA

Karena, seperti yang tertulis di pojok kanan atas halaman ini, JOKES ARE SERIOUS THINGS

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s