Saturday night 2.0

Saya single, sudah cukup lama, waktu yang terbilang sangat lama dan mungkin bisa digolongkan luar biasa bagi manusia. Bagi remaja bangkotan seusia saya. Tapi saya berani berkata, kalau bukan hal inilah yang menjadi alasan saya berada disini.

Saya memang hobi download, tapi saya bukan penyembah koneksi. dan bukan untuk itu juga saya disini
Saya lupa kapan tepatnya saya memulai kebiasaan ini, dan saya juga tidak tau kapan saya akan berhenti melakukannya.

Entah sudah berapa puluh malam minggu, saya dan sekelompok teman, menghabiskan malam yang disakralkan banyak orang ini, dengan memilih pergi ke kampus, membawa computer jinjing kami, dan menunggu pagi sambil berharap dewa koneksi wifi bersama kami.

beberapa dari kami jomblo karena nasib, sementara saya single karena pilihan saya. . namun beberapa yang lain bukanlah para tuna asmara. Mereka juga penikmat malam minggu manusia biasa.bahkan ajep, yang merupakan tokoh penting dalam ritual ini, merupakan pria dari pasangan teromantis dan bikin iri dalam kelompok kami.
Ya, punya pacar memang bukan alasan untuk tidak bergabung atau tidak diterima diritual ini, karena biasanya acara ini baru dimulai lewat jam 9. Jam malamnya para gadis, batas waktu standar yang diberikan kepada para romeo oleh pemilik ksotan atau bahkan orang tua di kota saya ini untuk mengambalikan putri mereka utuh seperti sedia kala. Jadi, lewat jam 9, para romeo ini , bahkan dimalam minggupun, akan kembali menjadi jomblo.
Setelah berkumpul di satu titik, bisa di halte kampus, atau dikostkostan saya, kami pun segera bergerak ke kampus, tentunya tak lupa mempersiapkan amunisi kami sepanjang malam, berupa makanan, minuman dan perokokan. saya sendiri selalu menambahkan satu atau dua sachet anti nyamuk dalam daftar persiapan saya.karena saya yakin, nyamuk kampus ini bukan yang mau diusi pake baygon apalagi asap rokok, mahluk ini lebih berkelas, mereka mau di lotion. bahkan kalau saya berangkat dari kostan, biasanya saya bawa sarung sebagai pengganti selimut.

Selimut? Iya.selimut,

Disinilah keanehan dimulai.

Seperti yang sudah saya bocorkan diatas, saya bukan orang yang terlalu menggebu-gebu soal urusan download mendownload. Walau, seandainya koneksi tidak berpihak kepada saya, teman-teman saya masih bisa mendengar beberapa umpatan khas saya,tapi apakah akan berjuang mati-matian , menunggu sampai beberapa jam, ganti ini set ini, pindah posisi, demi koneksi yang mumpuni? Jawabannya: TIDAK. Seandainya, saya mengalami masalah koneksi, saya akan mencoba mengumpat, dan kalau tidak berubah, maka saya akan memilih untuk ….tidur.

Jadi apa sesungguhnya yang kaucari anak muda?

Entahlah, biasanya target saya adalah beberapa serial tv amerika , bisa juga tokusatsu ( film superhero japan) yang sama dengan serial tv tadi, juga hadir satu kali dalam seminggu.sementara buat film layar lebar ukuran besar dengan gambar memuaskan dan suara super jernih, saya akan mempercayakannya kepada teman saya yang lain yang akan saya bicarakan juga nanti, disini.
Tapi seandainya, koneksi sedang tidak bersahabat, maka saya Cuma akan menambah koleksi video2 menarik dari situs unggah video. Biasanya yang menjadi korban saya adalah video2 para girlband korea yang entah kenapa, dalam hitungan bulan belakangan, semakin mendapat tempat dihati saya.

Namun seandainya untuk itupun koneksi tidak mencukupi, maka saya sudah puas untuk sekedar download beberapa mp3 atau bahkan Cuma save as beberapa gambar berformat JPG.

Koneksi masih ga stabil? Bersukurlah, paling tidak saya bisa apdet status fb.

Bahkan sangat sering kali terjadi, Watson junior, partner saya, sama sekali tidak mendapat koneksi. kalau itu terjadi, saya akan menikmati film2 yang belum sempat saya tonton atau lagu2 yang biasanya menjadi anak tiri saya.

Saya tau apa yang ada dikepala para pembaca:
Kalau Cuma gitu mah, dikostan juga bisa.

Iya, tapi entah kenapa, disini berbeda.
Saya juga punya modem hasil minjam dari teman saya yang koneksinya cukup mumpuni kalau Cuma mau fb an, bahkan warnet langganan saya punya koneksi maha dahsyat yang kadang menyamai kecepatan wifi kampus, yang biayanya sama bahkan bisa lebih murah dari total ransum yang biasanya saya bawa untuk begadang di kampus.
Tapi kenapa? Ini tentang pilihan.

Terakhir, saya sengaja memilih menulis tulisna bertema ini, karena hari iniadalah hari istimewa,hari mungkin saja. akan menjadi hari terkahir dari dua teman saya dalam ritual ini , jefri pranata dan arif budiman. Jefri akan segera menuju pekanbaru untuk menyongsong masa depannnya, sementara arif akan melanjutkan studi s2 nya kejurusan area study amerika di universitas Indonesia. Istimewanya lagi, Dua orang ini, boleh dikatakan, adalah 2 downloader sejati di kelompok persaudaraan kami.

ranger biru ajep, ranger hitam arif

Ajep, bagaimana jefri biasanya dipanggil, adalah penyelamat kami dari ketertinggalan kami akan dunia perfileman karena tidak adanya bioskop berangka di kota kami. Jefri adalah pemburu2 film2 terbaru berkualitas unggul. Tak peduli siang, malam, pagi sore, selagi masih ada kesempatan, ia akan memanfaatkannya untuk menaklukan koneksi. bahkan saat lebaran dimana semua orang sibuk dengan rutinitas biasa, jefri memilih berad dikampus untuk online. selain film2 terbaru, kami juga menjarah anime2 keren dan ehm, film2 khusus untuk menambah perbendaharaan bahasa jepang kami.
Ajep dikenal juga sebagai bandwitch killer, pembunuh kesempatan teman lain untuk mendapat jatah koneksi download.entah bagaimana caranya, kami selalu ternganga dengan koneksi yg dia peroleh, beberapa kali print screen dan melihat sendiri, saya sempat berteori dia mengabdikan dirinya kepada setan untuk ini, tapi apapun itu, biarlah menjadi misteri, toh, nanti kalau filmnya jadi, kami pun juga bisa menikmati?

Lain lagi dengan arif, beliau adalah pemburu film2 bergenre arif ( cara yang kami lakukan untuk mendefinisikan film yang kadang kami tidak mengerti namun buat arif itu sangat keren, dan memang keren ), jadi jangan heran, kalau di ritual malam minggu kami pembaca mendapati arif sedang mendownload film bertahun 1987 atau bahkan kebanyakan lebih tua dari itu. Saya mengakui , lewat mahluk berjudul arif inilah, saya belajar mengenal film2 yang ‘berbeda’.

Dan sekarang, dua mahluk ini akan pindah dan meninggalkan saya dan teman lain dalam ketidak tahuan dan kelemahan koneksi. akankah ritual ini akan tetap berlanjut? Akankah kami masih mendapat pasokan film2 update dan keren?

Atau,versi egoisnya saya ,haruskah saya menyelesaikan ini semua segera dan segera pindah ke sebuah tempat ritual baru? Atau mungkin, pindah kesebuah acara malam minggu baru, yang berbeda ,mungkin sesuatu yang benar benar melibatkan warna merah jambu ?

Entahlah, sekali lagi ini soal pilihan, dan kadang,kita ga pernah mengetahui keajaiban apa yang ada dalam tiap pilihan2 kita.

NB : postingan ini dibuat setelah saya bangun dari tidur panjang sementara yang lain mengunduh entah bebeapa film. selamat jalan buat ajrp dan arif, semoga sukses dan berjaya. teruslah online, demi kedjayaan bangsa

Advertisements

One thought on “Saturday night 2.0

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s