Belajar menulis I-K-H-L-A-S

Harusnya postingan ini saya posting satu minggu lalu, sebelum saya memutuskan untuk kembali aktif mangetik dan mengisi blog-blog ini dengan hal hal tidak penting, tulisan tulisan yang sebenarnya tabu untuk dibaca apalagi diperbincangkan
Tulisan yang sepertinya akan cepat berkarat, sekarat silet

Blog ( kalau ini memang bisa disebut blog) sudah menganggur selama entah beberapa decade, dan saya lupa, entah setan mana yang dirasuki saya sampai saya berniat kembali menghidupkan blog ini , mambangkik batang tarandam
Dan sampai berita ini diturunkan, niat tersebut syaa eksekusi dengan lancar, blog ini tidak lagi diiisi jaring laba-laba dan burung merpati.

Selama beberapa decade yang saya bicarakan diatas, bukan berarti saya tidak menulis sama sekali, saya tetap menulis, Cuma tidak di blog ini. di blog lain kah ? sama sekali tidAk . SAYA CUMA LEBIH BANYAK MENULIS DI NOTES FACEBOOK SAYA.
Kenapa?
Karena, jujur, lebih banyak orang yang membaca tulisan saya di jejaring social tersebut
Butuh pujiankah?
Bukan, saya belum menjadi penulis ulung, maka belum pantas juga rasanya dipuja puji bak dewa.TAPI sekali dua kali tiga kali bolehlah.
lebih jauh Saya Cuma ingin tulisan saya dibaca, dan kalau perlu DIKRITIK DAN DIHAJAR HABIS-HABISAN
Karena menurut saya, yang paling menyakitkan itu bukannya ketika tulisan kita dicaci dan dikritik habis habisan, tapi , ketika tulisan kita tidak dilirik sama sekali
Di notes facebook, paling tidak, saya bisa memperoleh minimal 5 komen, sementara di blog ini, dari beberapa tulisan yang saya posting, kebanyakan NOL KOMENTAR
Kenapa? Saya tidak tau, karena walau pun TIDAK segampang di facebook, system pengomentaran di wordpress ini juga tidak terlalu sulit. Tapi kenapa komen di postingan saya hampir selalu mendekati nol?

Kembali ke hari2 belakangan dimana sAya amulai kembali menghidupkan blog ini. dari beberapa hari pantauan saya, ternyata hal tersebut masih saja seperti demikian.
Sering, saya jadinya tidak ikhlas untuk menulis, dan itu sungguh menyakitkan
Selain menyakitkan, saya juga jadi agak malas untung posting sesuatu, atau paling tidak, saya kembali berpikir, apa baiknya saya menulis di facebook saya saja ? paling tidak ada yang bisa menikmati tulisan saya…. Walau itu mungkin kan menambah angka bunuh diri di Indonesia.

Tapi, ironinya, tulisan ini pun tercipta, sebagai bukti, kalau saya masih belum sedesperate itu untuk menulis. Saya kembali menguatkan diri saya, untuk selalu isitiqomah mengisi blog ini, walau itu dengan hal-hal yang tidak penting. Paling tidak, saya sudah menulis sesuatu tiap harinya.
Karena entah kenapa, saya percaya nasehat teman saya, si tari, pemilik sekaligus pemilik blog kalongtapikebo.blogspot.com:

Kalau setiap tulisan pasti ada pembacanya

Separah papun tulisan saya, saya yakin, pasti ada yang baca, paling tidak saya sendiri, dan beberapa teman yang saya paksa

Ya, sekali lagi, saya akan belajar ikhlas dalam menulis, karena setiap tulisan pasti ada pembacanya.

Seperti setiap rumah pasti ada penunggunya.

Advertisements

6 thoughts on “Belajar menulis I-K-H-L-A-S

  1. Masih ado yg baco koq ray.. uci salah satu nyo.. tp kadang tulisan tu cm untuk dinikmati sajo.. ngk untuk harus dikomentari.. 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s