SYMBIOSIS 6: unexpected

Adil terdiam menatap layar monitor.

DAMN!! Sumpah adil menggelegar

Dia mengotak ngatik kombinasi huruf dan angka dilayar.kemudian menoleh kearah Ray

“ada apa?” Tanya ray penasaran

“Aku sudah berhasil masuk ke sistem pengamanan terakhir..tapi….”

“tapi apa?” hamson yang masih kesal kepada edo ikut dalam pembicaraan

“kita butuh satu kata kunci lagi” ujar adil sambil melamparkan pandanganya pada semua yang hadir disana

“KATA KUNCI LAGI ?? TIDAK BISAKAH KAU MASUK KE SISTEMNYA TANPA KATA KUNCI, MENURUT SEPENGETAHUANKU BUKANKAH ITU KERJANYA PARA HACKER,AKU SUDAH CAPE DENGAN PETAK UMPET INI?” emosi hamson menaik, ia melempar rokoknya dan menginjaknya kejam. Ia menatap tajam kepada adil

Adil menarik nafas panjang, melepaskannya.kemudian mambalas tatapan hamson

“hampir benar son, tapi kasus kali ini tidak sesederhana itu, walaupun kau tau kata kuncinya, kau masih butuh AKU untuk masuk ke sistem dimana kau memasukkan kata kunci tersebut, dan setelah kata kunci dibuka, kau masih butuh AKU, ya, hacker katamu tadi, untuk menyelesaikan permainan ini,” balas adil sedikit meninggi, kemudian melanjutkan “ dan ,kita sama sekali ga bisa memecahkan kata kuncinya, aku tidak habis pikir kenapa sistem keamanan kampus dijaga seketat ini, pasti ada alas an yg kuat, DAMN..hal ini semakin menarik “ dia seperti bicara pada dirinya sendiri

Hamson diam, kemudian melanjutkan dengan nada yang sedikit melunak

“Ok..jadi apa yang harus kita lakukan selanjutnya ?”

Ray yg dari tadi diam, tiba-tiba bersuara

“tunggu……” ia berpikir sebentar, kemudian melanjutkan” berarti ada 3 kata kunci”

“ya, berarti kita harus memaksa dia untuk memberitakukan yang satunya lagi “ sambung hamson tak sabaran

“Memaksa siapa, huh ?” Terdengar suara dari arah tangga putar the roof

“HAMDI??” edo dan ray serempak kaget melihat kadatangan sang presiden mahasiswa ini

“dari mana kau bisa tau kalau kami disini?” sambung ray

Hamdi tersenyum, kemudian menjawab “tentara roma Cuma butuh Judas untuk menemukan Isa”

Semuanya saling pandang , Namun edo segera berbicara memecah keheningan

“maaf kawan-kawan, beasiswa ke sekolah sepakbola internasional itu sangat menggiurkan” edo tertunduk “itu mimpiku dari dulu, dan hamdi sangat tau akan hal itu “ dan edo pun menceritakan pertemuannya dengan hamdi waktu main futsal kemarin dulu.disanalah hamdi memngajukan penawaran yang akhirnya disambut baik edo, namun edo sama sekali tidak tau kalo hamdi akan bertindak ‘sevulgar’ ini.

“sesuai janjiku do, kau akan mendapatkannya” ujar hamdi sambil tersenyum penuh kemenangan

Hamson segera maju menyerang edo, namun tanganya di pegang momo, kemudian momo menggeleng

“pengkhianat!” hamson meludah

Kemudian duduk kembali sambil mengusap mukanya,

Momo Cuma menatap panjang edo, edo tak bergeming, ray yang terlihat paling tenang

“Baiklah, sudah saatnya kegiatan ini berakhir, dan saya sebagai presiden mahasiswa disini akan langsung melaporkan kegiatan ini pada yang bersangkutan” tambah hamdi sambil mengeluarkan handphonenya

“tunggu…..tunggu ham, mari bicarakan ini baik-baik” ketenangan ray sedikit berkurang

Hamson bermaksud maju ke arah hamdi

Namun segera di hentikan oleh ray

“tenang madson, tenang, aku mau kita bermain aman” bisik ray, yg akhirnya bisa membuat hamson berhenti

“aku harap kau bisa menemukan jalan keluarnya enstein” balas hamson pendek

Adil melepas topinya dan membantingnya ke lantai, kemudian mengacak2 rambut keritingnya, kalut.

Hamdi mencoba menghubungi sebuah nomor, kemudian berjalan agak menjauh, dia terlihat tertawa, kemudian dia memberikan handpone kepada ray

“silahkan melakukan pembelaan, beliau mau bicara”

Ray pun mengambil handpone dari tangan hamdi, hamdi tersenyum, kemudian ray berjalan agak menjauh dari teman-temannya

“kau akan merasakan pembalasanku banci!” ujar hamson sambil menunjuk hamdi

“kau juga penghianat, kau tidak akan tenang”

Adil Cuma memandang edo tanpa berkata apa-apa, momo pun begitu

“maaf kan aku teman-teman, aku tidak menyangka akan seperti ini”edo Cuma menunduk.ia terlihat sangat menyesali pilihannya” , maaf”

“tenang do, kau bersamaku, aku akan membelamu, tenang saja”

Ray kemudian kembali ke tempat teman-temannya

“ada yang ingin bicara denganmu ham” balas ray dingin, diiringi tatapn khawatir teman-temannya

“oo..sudah pasti ray” ujar hamdi mengambil handpone dari tangan ray, kemudian menjaduh dari kumpulan tersebut

“bagaimana bos, tadi siapa ?” momo yang membuka percakapan

Ray memasukkan tanganya kedalam saku jaketnya, kemudian memandang temannya satu persatu

“ pak handis tidak mempunyai kata kunci ke tiga,seseorang yang lebih besar memegangnya,” ray berhenti disini, melihat reaksi temannya, kemudian ia melanjutkan “tapi kita tidak butuh menanyainya, karena kalau tebakanku benar, maka kita sudah tau kata kunci ke tiga”

Selanjutnya kemudian bertanya pada adil”dil, coba kau ingat lagi, kata kunci yg kau masukkan pertama kali saat aku membawamu kesini,”

Adil berpikir sejenak, kemudain ray melempar kertas berisi sandi kedua kepada adil

“bagaimana ?” Tanya ray penasaran melihat reaksi adil

“how come?bagaimana aku tidak menyadarinya ?” adil terlihat sumringah

“ya, ternyata tebakanku benar, kita sudah tau kata kunci ke tiga” ray membalas dengan mantap

Adil langsung memasang topi dan berputar ke laptop

Namun ray menghentikannya

“percuma dil, karena kita harus melakukannya di istana sang raja……….. dan ….karena itu kita butuh dia “

Ujar ray menunjuk ke arah hamdi yang keliatan gemetar setelah menerima telpon

“bagaimana ham, apa yang diperuntahkan pak handis kepadamu?” ujar ray sambil tersenyum

“bagaimana bisa? Dasar kampus korup, semuanya korup, kalian pasti suidah membayar pak handis untuk melindungi

kalian, saat penyeleidikan ku selesai semua kasus korupsi dikampus ini akan terkuak, lihat saja!” hamdi mengamuk

“jadi bagaimana saudara presiden?” ulang ray

Hamdi Cuma diam.

“ok, kalau begitu, sudah saatnya kita bubar, besok aku akan menghubungi kalian untuk serangan terakhir kita,”

“bagaimana dengan dia?” hamson menunjuk edo

“dia ikut!” ray menjawab pendek

“tapi dia sudah mengkhianati kita!” hamdi mencoba mengingatkan

“apa kau mau melepaskannya, dan kemudian membiarkannya berkeliaran dengan rahasia ini?”

Ray menatap edo yang masih tertunduk

*******

Momo masuk ke sebuah ruangan di rumah sakit, dimana terbaring seorang gadis kecil,usia sd,

Momo duduk disamping tempat tidurnya

“kakak udah tebus obat kamu, yuk diminum.

Gadis kecil kurus itupun mencoba bangkit dari tempat tidurnya, dan meminum obatnya,

Momo tersenyum, kemudian meletakkan gelas itu di meja

**

Hamdi mengambil air dimeja kemudian meminumnya,

Dihadapannya menyala computer berisi angka-angka dan nama pejabat serta birokrasi kampusnya,

Dia berhenti sejenak, pikirannya tak bisa berkonsentrasi sejak masalah kemaren malam, dia pun mematikan layar komputernya kemudian menghampaskan tubuhnya di kasur

****

Agghh,,,

Dikasurnya adil mengacak-ngacak rambutnya, memikirkan, kenapa dia tidak terpikirkan kalau ketiga kata kunci berhubungan, dan kenapa sampai keamanan kampusnya didesain sedemikian rupa,

Tiba-tiba dia tersenyum

Yah, baginya hal ini semakin menarik..

Dia pun bangkit dari tidurnya,memasang jacketnya dan membawa laptopnya kjeluar, dia pun menutup pintu kamar

****

Hamson membuka pintu didepannya,

“kemana saja bos?” ujar seseorang yang sedang asik main kartu bersama 3 orang lainnya

“sibuk” jawab hamson pendek sambil menjatuhkan dirinya disebuiah sofa using

“maklum, bos kita kan anak kuliahan, ga kayak lu peng.” Balas temennya

“hahaa, kaya lu kuliah aja “

“eh, bos , tadi ada yang nyari ?” ingat gepeng

“siapa, cewe?”

“iya bos, cantik, bohai banget,konsumen ya bos?”

“momo?” hamson mulai penasaran

“bukan bos, momo mah lewat..”

Hamson berhenti sejenak, memikirkan, ce mana yang mencarinya sampai ke ‘sarang’ tempat persembunyiannya ini..

Tiba-tiba ada rasa khawatir di otaknya, jangan-jangan dia dari ANI,

Hamson pun segera lari ke sebuah ruangan semacam gudang , didalamnya, balok kayu2 bertumpuk disana-sini menutupi lantai2 rusak dibawahnya. Dia pun mengangkat balok2 kayu tersebut dan menyandarkannya di dinding.kemudian dia meraba balok-balok kayu tersebut,dan memukulnya dngan keras.selanjutnyam dia pun merogoh kedalam balok kayu tersebut dan mengeluarkan plastic-plastik kecil berisi serbuk putih.

Dia meletakkan tasnya di lantai, memindahkan beda tadi kedalam tas, kemudian menutup tasnya

**********

Edo membuka tasnya, kemudian mengeluarkan sepatu futsalnya,

Lapangan kampusnya sudah kosong, tapi dia pun mengambil bola dan melakukan shooting sendrian.kali ini Cuma hal ini yang membuatnya melupakan ke galauannya

Handponenya berdering….tertulis nama momo di layarna

***********

Ray mengangkat hapenya, kemudian berbicara sebentar

“Halo….halo”

Ray pun mematikannya

“Siapa?” Tanya cewe didepannnya

“ga tau” nomor private

“jangan-jangan mereka?”

“jangan paranoid lah Athena, kalau mereka mau, mereka bisa lebih canggih dari ini”

Ray kemudian mengalihkan topic pembicaraan

“jadi bagaimana dengan edo ? ada perkembangan?

Cewe yang ditanya Cuma tersenyum

“mari kita lihat setelah kau berhasil”

“kau tau, aku sangat beruntung saat tau,cewe yang ditaksir edo itu kamu, jadi aku ga perlu ngeluarin jurus-jurus mautku”

“btw,, kau yakin, besok bisa berhasil?”

“kita lihat saja..” jawab ray pendek sambil menghabiskan espresso di depannya

LAST CHAPTER : BIG FISH

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s