SYMBIOSIS chapter 5 :PLAY

CHAPTER 5 : play

Seorang cewek cantik berambut sebahu muncul dari arah tangga dan berjalan mendekati mereka.kemeja hitam ketat yang menonjolkan lekuk tubuhnya dan rok span pendek berwarna senada membuatnya terlihat semakin luar biasa. semuanya terlihat kaget kecuali ray yang Cuma tersenyum simpul melihat kedatangan si cewek.

“apa saya telat bos?” ujarnya diikuti sebuah senyuman kepada ray.

“bos? tantang hamson tanpa melepaskan tatapannya kepada si cewek.

“dan kau.., kau sama sekali tidak memberi tahu ku apa-apa tentang ini?” hamson memegang kepalanya dan berpaling kearah lain ”akal-akalan apalagi ini ray ? semuanya makin aneh! “

Ray diam dan membiarkan hamdi melanjutkan penasarannya

“sekarang kau lebih baik pulang. Ini urusan lelaki” hamson diam sebentar., Kemudian bergerak kearah si cewek

“aku antar kau pulang” ujarnya pendek

Tapi gerakannnya dihalangi oleh adil.

“tunggu, ada baiknya kita tunggu penjelasan dari ray “ tahan adil sambil menoleh kepada ray

Ray pun mengeluarkan tangannya dari kantong celana dan mulai berbicara

“makasih atas kesempatannya, baiklah…oke, gentleman, perkenalkan, ini tari…ya, kita sudah pernah bertemu sebelumnya di parkiran.ehm….lets say, dia adalah proffesional dalam hal rayu merayu dan jadi…hm… setelah adil menceritakan kepada ku tentang pemegang kunci tersebut , aku langsung mencoba mengontak tari, dan menawarkan dirinya untuk ikut andil dalam misi mulia ini.dan sukurlah dia menyanggupinya “ ujar ray menerangkan

“angka-angkanya cukup menakjubkan, aku tidak mungkin menolak” tambah tari sambil tetap tersenyum

“ kau tau semua informasi tentang dia dari mana?” Tanya adil kepada ray, penasaran

“ anggap saja aku punya sumber yang sangat bisa dipercaya” jawab ray singkat

“cukup! aku tidak akan membiarkan kau dinikmati lelaki tua itu, karena kau Cuma milikku,sekarang kita pulang !” hamson pun memegang tangan tari, namun dilepaskan oleh tari dengan kasar.

“cukup, aku tak mau diatur lagi olehmu, cukup..aku sudah bilang, aku tidak bisa mengikuti kemauanmu, aku ..aku akan tetap seperti ini..karena aku butuh..dan aku muak dengan cara kasarmu .BINATANG!!

Kata-kata terakhir dari mulut kecil tari membuat udara diruangan tersebut tiba-mendadak dingin , semuanya terdiam, namun tidak semuanya, karena tiba-tiba tangan hamson melayang kerah tarim namun reflek sebuah pukulan lebih dulu bersarang kemuka hamson yang menyebabkan hamson terhuyung ke lantai . tari mundur mendekati dinding, terdiam, dia menutup mulutnya dengan kedua tangannya. sementara si pemilik tangan pun terlihat terkejut dan langsung mendatangi hamson..

“sorry, “dia mengusap mukanya dan melanjutkan “ aku lepas kontrol”, edo segera membantu hamson untuk berdiri.

“ ok,…..” hamson pun memalingkan mukanya ke bagian lain,mengusap mulutnya, menarik nafas panjang, kemudian berbalik ,dan berkata pelan namun cukup berhasil didengar oleh seluruh tim

”sorry, aku ..aku sudah tidak sanggup lagi melihat, mendengar, tau mengetahui wanita yang kucintai harus disentuh oleh orang lain, sorry ray, aku pikir kita masih punya cara lain…”

Tari tetap berdiri tanpa komentar, dia Cuma menatap dalam kepada hamson.edo menatap tari , semantara adil sibuk memutar cube 7x7x7 nya,sambil sesekali membetulkan letak kacamatnya.ray pun memutuskan menormalkan suasana.

“Tenang son, kau terlalu terburu-buru, ini tidak seperti yang kau pikirkan,aku sudah mengatur semuanya,aku mengumpulkan kalian semua untuk mendiskusikan ini, seandainya kalian tidak setuju, kita bisa pikirkan cara lain, tapi seandainya kalian setuju, besok kita langsung bermain, dan percayalah tidak akan ada yag dirugikan dalam permainan ini, termasuk tari, karena aku semata-mata memilihnya karena aku tau dia bisa dipercaya dalam misi ini.aku tak mau ambil resiko, itu saja “

Ray pun memandang berkeliling sampai terhenti di arah hamson

“Bagaimana son, kau siap mendengarkan?”

“silahkan lanjutkan captain” ujar Hamson sedang mengusap mulutnya yang berdarah.

**

Adil berhasil menselaraskan warna lantai terakhir di cube untuk ke sekian kalinya saat pak handis beranjak keluar dari kelas.adil pun mengejar beliau dan menyamakan langkahnya.

“pak, bisa bicara sebentar?”

“ok, ada yang bisa saya bantu dil ?”

“ begini pak, saya butuh bantuan bapak untuk persiapan turnamen MIRC ( mathematics in real crime – sebuah penerapan matematik dalam pemecahan kasus-kasus kriminal) bulan depan” ujar adil sambil mengeluarkan beberapa lembar kertas dari dalam tasnya dan menyerahkannya kepada pak handis

“ok, kita bicarakan di ruangan saya saja “
***

Satu jam sudah berlalu semenjak adil memasuki ruangan pak handis.sekarang adil dan pak handis sudah berhadapan disebuah meja di ruangan pak handis.diatas maja sudah berserakan kertas yang dipenuhi coretan dari adil juga pak handis.
Adil melihat jam tangannya yang ternyata disadari oleh pak handis

“bagaimana dil.sudah cukup?’

“hmm..sepertinya buat hari ini cukup pak, mungkin besok saya bakal kembali menemui bapak ” adil menjawab sopan

“hahaha ,saya mengerti, kamu ada kencan ya, kamu sudah melihat jam tanganmu beberapa kali dari tadi”

“Ga pak, saya mau langsung pulang, ada keperluan lain”

“ langsung pulang ? baiklah. kamu masih di kandang singa kan? kamu bisa ikut mobil saya ”

“hm..kalo ga ngerepotin,boleh deh pak.” Jawab adil sambil memasang topi merahnya dan membetulkan letak kacamata yang sudah melorot dari tadi. Dia pun mengeluarkan hapenya dan mengirim pesan ke sebuah nomor.

***
Keduanya sedang menuruni tangga mennuju parkiran fakultas MIPA yang sudah sangat sepi, ketika tiba-tiba terdengar jeritan seorang perempuan.

“TOLOOONG..TOLOONG”

Ternyata tak jauh di depan adil dan pak handis, tari yang sore itu berpakaian kemeja putih transparan serta jeans skinny hitam yang mencetak lekukan pinggul dan pantat sempurnanya tengah disulitkan oleh 2 orang bertopeng kamen rider yang dilubangi didaerah mulut .adil dan pak handis segera bersembunyi di balik sebuah sedan hitam yang berada di dekat mereka .

“TOLONG…LEPASKAN !!! ”

“jangan banyak bicara..nona, cukup ikuti kemauan kami kalau kamu mau selamat ” ancam salah satu perampok sambil membungkam mulut tari.

“wah, gawat pak, kita musti tolong dia” ujar adil sambil berbisik

“iya dil, Cuma jam segini jarang ada orang di parkiran, gawat ..palingan Cuma kita…dan ..oya, kemana si satpam geblek itu ? pak handis mengedarkan pandangan matanya

“gini aja pak, saya akan coba mengalihkan perhatian mereka, bapak cari bantuan ke pak satpam” usul adil tiba-tiba yang tak lama diikutyi anggukan laan bicaranya.

“hati-hati dil, kelihatannya mereka sangat berbahaya “

Adil mengangguk dan keluar dari persembunyiannya

“WOI … lepasin TU CEWEK !!! ”

Dua penjahat bertopeng itu pun segera menoleh ke adil , sementara pak handis menyelinap kearah pos satpam yang berada dekat parkiran.

***

Bapak handis berlari dan menemui satpam yang ternyata sedang asyik bermain catur dengan seorang mahasiswa berambut gondrong.kepala si satpam terlihat mengangguk-angguk mengkuti lagu keong racun yang diputar di mp3 si mahasiswa yg sekarang berada di telinga si satpam

“ PAK MISRAN, GAWAT..ADA RAMPOK DI PARKIRAN”

Namun si satpam sibuk menatap papan catur, memikirkan kemana menyelamatkan rajanya yang sudah di check mate dari tadi oleh si mahasiswa .

“Rampok?” Si mahasiswa yang ternyata adalah ray segera membuka headset di kuping bapak satpam

“ pak, gawat .. ada rampok di parkiran”

“Apa? “ Misran si satpam pun memandang pak handis yang dibalas anggukan oleh pak handis.detik berikutnya mereka bertiga berlari kembali ke parkiran

***
Di parkiran ketiganya menemukan adil yang sedang berusaha menenangkan tari.

“mana rampoknya “ tanya pak misran

“ mereka barusan lari kearah belakang pak, tas cewe ini diambil, dan ……tadi,, mereka juga berniat ..berniat…mmm…me..memperkosa cewek ini pak” ujar adil pelan sambil memandang si cewe yang sudah bersandar didinding menutup 2 kancing kemejanya yang sudah terbuka.” saya ga bisa bantuin pak, mereka punya pistol,tapi sukurlah, mungkin karena mereka tau ada yang datang, mereka segera lari pak ” ujar adil terlihat menyesal, sementara tari masih terisak di tempatnya

“pak, ada baiknya kita kejar mereka, siapa tau mereka masih disini” ujar ray kepada pak misran

“tapi cewek itu…” ujar pak satpam menatap si mahasiswi yang terlihat membetulkan kemejanya yang kusut sambil tetap terisak.

“sudahlah, disini ada bapak dosen kan, ntar rampoknya keburu kabur pak”

“baiklah ..pak, saya titip cewek itu ama bapak ” putus pak misran tiba-tiba

Dan belum sempat si bapak menjawab keduanya berlari ke belakang.

Adil berjalan mendekati pak handis yang kelihatan bingung, terlihat dia tidak siap dengan serangan mendadak seperti ini.

“pak, saran saya sebaiknya bapak antarkan dulu dia ke rumahnya.. dia kelihatan shock” ujar adil sambil mengarahkan pandangannya pada tari yang masih terdiam dan bersandar di dinding, tatapan matanya kosong

“tapi dil..” pak handis terlihat bingung

“apa bapak tega membiarkannya disini sendirian dengan apa yang baru dialaminya ?” berondong adil kepada pak handis

“saya ga punya kendaraan pak, seandainya punya pasti saya yang bakal nganter dia” sambung nya

“hm….hmm” Bapak handis masih terlihat bingung

“sudahlah pak, bapak antar dia, kemudian langsung pulang, masalah selesai , dan bapak ga perlu dihantui…. perasaan bersalah” tambah adil sambil mengamati perubahan air muka pak handis

Si bapak kembali memperhatikan si mahasiswi yang masih belum berbicara sepatah kata pun

“ baiklah , tapi..kamu ikut saya kan dil ?”

“saya mau aja sih pak, tapi masalahnya saya harus pergi sekarang pak, saya udah telat banget pak , bapak ga mungkin ngantar saya dulu kalau keadaannya kayak gini kan pak?”

“Jadi?” Tanya pak handis

“saya pake angkot aja pak, gampang kok,yang penting bapak antar dia pulang dulu”

“okelah, tapi kamu yang ngomong ke dia kan dil? Saya ambil mobil dulu, kalian tunggu disini ” akhirnya si bapak menyerah

“ok pak,akan saya coba “

dan pak andis pun segera meninggalkan adil dan tari menuju mobilnya yang diparkir tak jauh dari sana .Pak handis segera memasuki kijang commando hijaunya , setelah duduk sebentar dan mengambil nafas beberapa kali, beliau measukkan kunci dan menyalakan mobil, “bismillah”, desisnya pelan. dari kaca depan terlihat adil berbicara kepada si mahasiswi dan sepertinya berhasil, karena si mahasiswi sekarang terlihat berdiri dibantu oleh adil.si bapak pun menyetir kearah mereka sambil menggeleng-gelengkan kepala.
Adil membukakan pintu depan untuk tari saat mobil pak andis sampai di depan mereka.

“Jalan abu bakar 221 b pak”

Si bapak mengacungkan ibu jarinya.adil pun menutup pintu depan

“makasih” ujar tari pelan. Lirih,

“ok, jangan sungkan “balas adil sambil mengacungkan ibu jarinya.

Sibapak pun membunyikan klakson dan beranjak dari sana.

Setelah si bapak menghilang, Adil segera mengeluarkan hapenya dan menghubungi sebuah nomor.

****
Di perjalanan pun tari lebih banyak diam,satu-satunya kata yang muncul dari bibir sexy yang dilapisi lipgloss pink nya itu Cuma “kedokteran”, jawaban saat pak handi mencoba memecah kesunyian sekaligus menyelamatkan diri saat matanya tertangkap setelah beberapa kali curi-curi pandang kearah tubuh tari.
Sekitar 45 menit perjalanan, mereka pun sampai di depan rumah yang agak terpisah dari rumah lainnya.rumah dengan arsitektur kuno ini terlihat terlalu megah untuk ukuran rumah kontrakan seorang mahasiswi. Tapi si bapak tak ambil pusing dengan itu,dia ingin sesegera mungkin mengantar mahasiswi ini dan segera pulang untuk menemui istrinya di rumah .karena kalau ini berlangsung lebih lama. Akan sangat berbahaya, karena memang, mahasiwi disampingnya ini punya kecendrungan kuat untuk mengguncang adrenalin kaum adam

“ini kontrakan kamu?” bapak sambil mengamati rumah tersebut dari bangku mobilnya

Tari Cuma mengangguk,

“mm.., kamu udah ga apa-apa kan saya tinggal sendirian ?”

“mm..makasih pak.”

“iya, sama-sama”

“..tapi bapak bisa masuk sebentar kan? ..” ujar tari tiba-tiba sambil memegang tangan pak handis.

“hmm”..bapak pun mengusap2 hidungnya , keringat dingin membasahi tubuhnya, beliau kemudian memperhatikan jam tangannya
“udah malam, ga enak ama tetangga” tolaknya sopan

“mm..bentar aja pak, sampai kakak saya pulang, saya masih ….takut”

“kamu tinggal ama kakak kamu?”

“ iya pak, bentar lagi juga pulang, bisa kan pak..plizzzz?” ujar tari sambil menangkupkan kedua tangannya, memohon
bapak melihat lagi jam tangannya, “baiklah…tapi mungkin saya Cuma punya waktu 10 menit, soalnya kalau ga ..istri saya bisa marah besar” ujar bapak sambil tersenyum, dia sengaja memberikan tekanan pada kata istri.entah apa maksudnya.

“ga apa pak,kakak saya bentar lagi juga pulang” jawab tari sambil menatap jam rantai cantik di tangannya ,diikuti senyuman yang sangat mampu menggoda iman para pria.
***

pak handis cukup terkesan dengan rumah tersebut, interior ruang tamunya terlihat sangat antik, seperti kembali ke inggris abad pertengahan. Lampu antic ditengah ruangan dengan cahaya yang redup member kesan romantis .ditambah dengan sebuah perapian di sudut ruangan. Sempurna

Si bapak masih mengagumi lukisan-lukisan di dinding saat tari kembali dengan 2 gelas minuman di tangan dan meletakkannya di atas meja.

“silahkan duduk pak” tawar tari yang kali ini sudah berganti dengan pakaian rumah yang tak kalah sexy dibanding yang di kenakannya tadi.

“Eh..iya..iya” dan si bapak pun duduk, diikuti tari yang duduk di sampingnya

“maaf ya pak udah ngerepotin, dan makasih banget..saya ga tau bakal gimana kalo bapak ga ada”

“ah, setiap orang pasti berbuat sama kok” ujar bapak yang sedikit gemetar karena posisi tari sangat dekat dengannya

“eh, silahkan diminum pak”

“Iya..makasih ” mungkin Karena haus atau karena gugup si bapak segera meminum minuman di gelas tersebut, meletakkannya sebentar kemudian meminumnya lagi..

Tari tersenyum melihat tingkah dosen yang baru dikenalnya tersebut karena tari sadar sebentar lagi sang dosen akan terkapar di kursi ruang tamu tersebut..

tak lama, Tari pun bertepuk tangan dan 3 lelaki keluar dari sebuah kamar di sebelahnya : ray sedang memainkan sebuah biola tua dan terus bermain sambil mendekati perapian, sampai kemudian kemudian lampu blitz mengarah kepada ray yang ternyata berasal dari kamera SLR di tangan edo.Ray menoleh, kemudian edo mengacungkan ibu jarinya. Di belakang edo muncul hamson yang masih kesal.tiba-tiba edo BERBALIK mengarahkan lensanya ke hamdi.. ”say cheese

Hamdi pun mendengus , menutup lensa dengan tangannya kemudian menyulut rokoknya.Ray meletakkan biolanya di atas meja dekat perapian, kemudian menoleh kepada tari.

“ kamu siap kan tar?”

“siap bos, tapi habis ini masih boleh disini kan bos, I love this house, its really wonderful, seandainya ini memang kontrakan saya ”

Ray Cuma tersenyum.edo terlihat mengatur focus kameranya,semantara hamson menghisap rokoknya dalam-dalam. Dia kelihatan masih tidak rela dengan semua ini.

****
matahari sudah menerangi ruang tamu rumah tersebut saat Pak handis terbangun dengan pakaian berserakan di meja, semantara dirinya Cuma mengenakan celana pendek putih .beliau memanggil-manggil nama tari, namun tak ada respon.beliau pun mencoba menuju kamar-kamar .namun semuanya dikunci. Pak handis pun tak berpikir lama, dia segera memasang baju-bajunya dan bergerak ke pintu utama,beliau sempat takut kalau-kalau pintu utama juga di kunci.namun untunglah, yang satu ini terbuka.

***

“jadi gimana ray ? udah ada kemajuan soal viyo kan ?” terdengar suara edo dari seberang.

“ tenang bro, seperti yang aku dah janjiin kemaren,misi ini selesai, kamu kencan ama viyo . keep my words , deal ?

“tapi bro..”

Tiba-tiba ,Sebuah benda hitam seukuran handpone bergetar di dekat ray

“sorry, ntar aku telpon balik,kamu ga usah khawatir.ok?”

Klik.

ray pun memutuskan sambungan dengan edo

Dia menatap sebuah nomor dilayar, dan menggeleng dan tersenyum,”panjang umur ni anak ” ujarnya seraya memencet sebuah tombol di benda hitam tersebut.

what’s up Athena ?”

***
Pak handis sudah memasuki kantornya, setelah mandi dan mengganti baju di rumah serta memberi alasan ada pekerjaan mendadak di kampus kepada istrinya.beliau pun kembali ke ruangannya di kampus untuk menyibukan diri dengan pekerjaan dan melupakan semua kejadian tadi.namun sebuah paket di mejaanya ternyata belum membolehkan ia bangun dari mimpi buruknya

Bagaimana tidak, sudah bisa ditebak. isi paket itu tak lain tak bukan adalah fotonya sedang telanjang dada bersama seorang perempuan sexy dengan bra hitam yang shoot dengan berbagai posisi, namun dengan satu kesamaan: satu-satu nya wajah di foto tersebut cuma wajahnya.

Dering lagu di hapenya pun membuyarkan dia sejenak dari mimpi buruknya

“halo?”

“bapak sudah menerima paketnya bukan? Dan saya sangat yakin bapak tidak mau foto dan video bapak menyebar di kampus atau menajdi hadiah ulang tahun perkawinan bapak yang sudah tidak lama lagi” ujar si penelpon to the point

“Apa mau anda?” balas pak handis tegas

“Gampang.saya Cuma butuh kunci yang bapak pegang”

“Kunci apa, saya tidak mengerti apa yang anda maksud ?”

“Akses keamanan jaringan computer kampus”

“Saya tidak tau” balas pak handis pendek

“Baiklah, saya juga tidak tau kapan video dan foto itu akan beredar” ancam si penelpon yang tak ayal membuat percaya diri pak handi luntur seketika.pak handis diam beberapa saat kemudian baru menjawab pengancamnya

“Baiklah, tapi saya beri tahu pekerjaan anda sia-sia, karena ini bukan satu-satunya kata kunci, dan kalaupun saya memberi tahu hal ini, anda Cuma bisa masuk tanpa melakukan apa-apa di dalamnya , karena system ini sangat…rumit” pak handis mencoba menawar

“Cukup berikan apa yang saya minta, saya sudah punya pemain puzzle luar biasa yang akan menyusunnya, namun saya kehilangan satu kepingan.dan kepingan puzzle terakhir itu ada ditangan bapak” si pengancam mencoba beranalogi

“Anda tidak mengerti, ini tidak semudah yang anda pikirkan”

pak handis masih mencoba memberikan penjelasan, namun sepertinya hal itu membuat muak di pengancam

“Baiklah pak, sepertinya bapak memang memilih untuk jadi selebritis, dan sepertinya saya harus berpindah ke plan B…selamat menikmati ketenaran pak”

“TUNGGU…” pak handis pun menghentikan gerakan si pengancam memutuskan telponnya.

Kemudian, Bapak mengatakan sebuah rangkaian huruf dan angka.Ray mematikan rokoknya dan mengambil pulpen yang ada disaku kemejanya, serta mencatatnya di sebuah kertas kecil yangs udah tersedia didepannya

“Terima kasih atas kerjasama bapak, dan kami akan menhubungi bapak lain kali.”

“Tunggu..”

Click

Ray pun memutuskan panggilan dari benda hitam di tangannya , dia menuju ke arah adil yang sudah siap dengan laptopnya. Di belakang Hamson sedang menghisap dalam rokoknya dalam, disamping hamson tari meringkuk kedinginan karena dia baru menyadari betapa dinginnya berada di ketinggian.

Tiba-tiba edo memberikan jaketnya kepada tari, tari kaget, hamson memandang edo dengan pandangan heran bercampur geram.

“Pakailah, the roof sangat dingin dimalam hari.aku yakin ini pertama kali kau kesini.” Tari Cuma memandang edo dengan pandangan aneh

“Im ok.”lanjut edo, tari pun mengambil jacket edo dan mengucapkan terimakasih

“Sumpah do.Im not ok” kata hamson keras sambil berdiri.namun, sebuah tatapan tajam dari tari membuatnya berhenti, dan kembali duduk disebelah cewe tersebut.

“Ok, im ok, “ Sambil matanya tetap memandang edo yang sekarang bergabung dengan adil dan ray di depan laptop.

Adil menginput sesuatu di layar kemudian muncullah kombinasi angka dan nomor yang rumit.jari adil terus menari di atas tuts keyboardnya . lebih banyak kombinasi angka dan huruf muncul di layar. Edo mengerinyit. Ray memperhatikan dengan serius. Adil tetap memasukkan kombinasi angka dan nomor ke layarnya. Ray menyalakan rokoknya yang kesekian.Edo mulai menguap. Beberapa waktu kemudian kemudian adil berhenti mengetik

“Bacakan” ujarnya..

“4-L-7-1-U-S” ray pun mengeja tulisan pada kertas ditangannya

Adil memasukkan kombinasi yang dibacakan ray.”come to papa” ujar adil sambil menekan tombol enter .dan tampilan layar pun berubah.

NEXT CHAPTER : UNEXPECTED

Advertisements

2 thoughts on “SYMBIOSIS chapter 5 :PLAY

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s