Chapter 4 : the others

Empat sekawan yang dipimpin oleh ray terlihat merapatkan jaket mereka masing-masing ketika memasuki area parkir. Mereka bermaksud segera meninggalkan kampus dan beristirahat menutup hari ini.namun ternyata, mereka belum bisa langsung menuju ke peraduan, karena kali ini mereka bukan orang yang terakhir berada di kampus.

Seorang perempuan berbody montok terlihat memaksa keluar dari sebuah Ferrari merah yang diparkir tak jauh dari mereka

“lepaskan..ini diluar perjanjian !!” ujar si perempuan sambil mencoba melepaskan tangannya

“sudahlah sayang, jangan sok idealis, bayaranmu kulipatgandakan” tawar si lelaki

“tidak!! Aku mau pulang !!” si perempuan berambut pendek sebahu tersebut menguatkan suaranya dan memandang tajam kearah si
lelaki.si lelaki sedikit takut melihat pandangan marah dari wajah si wanita dan melepaskan tangannya.

“ok..sekarang kita bicara-baik-baik” si lelaki terlihat sedikit melunak, namun si perempuan malah berjalan menjauh dari sana
Si lelaki bermaksud mengejar namun tiba tiba sebuah pukulan menghantam wajahnya.hamson sudah disana, berdiri dengan wajah yang sangat marah!

Ray, edo dan adil Cuma bisa melihat dan terpana, mereka tak sempat menghentikan hamson yang sekarang sudah terlibat perkelahian sengit dengan si pemuda, sementara si perempuan cuma berdiri tak jauh dari sana, tak menyangka akan berujung begini.ia bisa saja lari,s eperti apa yang diinginkannya tadi, namun entah mengapa dia tetap tidak beranjak dari sana.

Sebenarnya hamson sudah berada di atas angin, kalau 2 orang lainnya keluar dari mobil dengan cepat dan membantu temannya.
Dan ray tidak bisa berbuat apa-apa saat dua temannya yang lain maju dan menyeimbangkan pertarungan tersebut. Terjadilah pertarungan satu lawan satu, yang diakhiri dengan kemenangan team hamson.

“anjing! Kalian akan menyesal pernah berurusan dengan kami” ujar si permuda pertama dengan susah payah, karena mulutnya yg berlumuran darah, kemudian mengajak kedua temannya kembali ke mobil masing-masing, dan setelah menstarter mobilnya mereka segera menghilang dari sana.

Ray membantu adil dan edo untuk berdiri, sementara hamson dengan cepat segera berlari ke arah sang perempuan dan memakinya
“DASAR PECUN! AKU KAN UDAH BILANG KALAU KAMU HARUS BERHENTI DARI PEKERJAAN INI, KA KAMU SUDAH MENJADI MILIK AKU !! SEKARANG APA HAH ? KAMU MASIH LANJUTIN INI KAN PECUN ?”

Hamson mau melayangkan tangannya, namun seseorang menghentikannya,
Edo sudah berdiri di belakangnya

“sabar kawan, jangan terlalu kasar, biar bagaimanapun dia juga wanita “ ujar edo sambil menoleh kepada si wanita yang ternyata sedang menangis.edo melepaskan kembali tangan hamson

“kau jangan ikut campur !! ini urusan ku, kau sama sekali tak tau apa-apa !!” hamson terlihat kesal sambil menunjuk-nunjuk ke wajah edo. “ dan kau.. ” tunjuk hamson kepada si wanita, “kau pulang denganku sekarang juga !! “

Si perempuan mengangguk pelan, sambil menyeka sisa tangisannya, yang tentunya tidak lepas dari pandangan mata edo.
Hamson menyalakan sebatang rokok dan menghisapnya dalam, kemudian menghembuskannya beberapa kali, beberapa kali ia memandang ke angkasa, kemudian berjalan mendekati ray

“ray, sorry , aku ga bisa anterin kalian malam ini, urusan ini musti di selesaikan” ujarnya sambil menoleh kepada si perempuan yang belum beranjak dari tempatnya, memegangi tas nya, gemetar.madson menawarkan rokoknya kepada ray, yang diambil satu dan langsung dinyalakan ray.

“ thanks” sambung hamson pelan dan beranjak kearah si perempuan, menggamit tangannya dan berjalan kearah sebuah sedan hitam yang di parkir tak jauh dari sana.

Sepeninggal hamson, adil dan edo segera mendekat ke ray

“siapa sih tu cewe?” adil memulai percakapan

Namun edo dan ray tidak menjawab, keduanya terlihat sibuk dengan pikiran masing-masing, masih memandang kearah dimana sedan hitam itu pergi, sampai ray menutup event malam itu :

“sebaiknya kita segera beranjak dari sini, keributan barusan cukup berbahaya bagi pekerjaan illegal kita “

***

Di ruangan presiden BEM
Seorang pemuda dengan plester di wajah terlihat berbicara dengan semangat kepada seseorang yang sedang memakai almamater bersematkan sebuah pin : HAMDI IRZA-PRESIDEN.beberapa kali dia menunjuk nunjuk wajahnya yang luka dan menggerakkan tangannya.
“ok, jadi apa kau kenal dengan peserta kegiatan illegal malam hari tersebut? “

“ aku tidak ingat semuanya, namun ketika aku memergoki dan menanyai mereka, yang menyerang pertama kali adalah si gila hamson” tutur si pemuda yakin

“oke, kau sudah ceritakan itu tadi, berulang kali… ada yang lain?” hamdi membalas dengan sedikit sinis

“ya, dan kau sangat kenal dengannya” si teman mulai tersenyum

“siapa?” sang presiden bem mulai terlihat penasaran

“edo elmonde, kapten futsal “

“edo? Kau yakin?” ujar hamdi sambil berjalan dari kursi nya dan memandang kearah jendela

Temannya mengangguk

“kalau begitu, mulai sekarang, serahkan urusan ini kepadaku, terimakasih atas laporannya”

***
Seorang cewe berambut panjang baru saja memasuki kelas,gerakannya yang gemulai memang pas dilakukan oleh bodynya yang
aduhai.matching. dan si cewek langsung ber haha hihi di bangku barisan depan bersama kedua temannya yang sudah datang duluan.

Ternyata semua pergerakan itu tak lepas dari rekaman sepasang mata seorang pria di barisan belakang, yah, edo sangat menikmati setiap moment si cewek, walau moment tersebut hampir selalu tanpa dirinya. Edo masih memutar bolpointnya sambil memandangi si cewek saat sebuah tangan singgah di bahunya

“woi, bengong aja .” ujar si pemilik tangan “ asyik banget nih. Sampai ga ngeliat aku datang” edo kaget dan langsung menoleh ke arah pemilik suara.

“owh, sorry ..sorry bos” edo pun mengubah posisi duduknya, dan memfokuskan wajahnya ke arah hamdi,yang sekarang sudah duduk di bangku kosong di sampingnya.

“ada apa ? tumben main kesini ..”

“ ga ada apa-apa sih, eh, ga ganggu kan ?” ujar hamdi sambil menggerakkan matanya kearah cewek berambut panjang yang tadi.

“ apaan sih, lanjut bos, kamu kaya ga tau aku aja”

“hahahhaa..aku pikir udah ada target baru, ternyata…basi kamu do”

“ whatever, jadi sang presiden kampus yang super sibuk datang ke sini Cuma buat ngurusin itu, kamu yang basi bos” edo membalas
“ok, sorry, gini , kebetulan aku lagi ada waktu luang, baru selesai event gede, jadi bisa nyantai dikit., ntar ada latihan rutin kan?”

“ wow, ini baru kejutan, ini baru ga basi, …tapi.. jadwal latihan udah diganti bos , mas peri lagi sibuk banget belakangan ini”

“ wah, gimana ya, dah lama banget neh ga main ama kalian,kangen banget. kamu bisa ngubungin anak-anak ga? ntar malem kita main di golden , aku yang bayar-full” tawar hamdi beberapa saat kemudian

“makan minum juga ?” edo mulai terlihat semangat

“ urusan gampang” hamdi menjentikkan jarinya.”gimana, deal ?” hamdi mengulurkan tangannya
“urusan gampang.” Balas edo sambil menjabat tangan hamdi.

***

Siangnya, di lantai dua sebuah museum di pusat kota, terlihat 3 orang laki-laki tengah berkumpul, belakangan muncul seorang yang lain, yang ternyata adalah edo, yang segera meminta maaf atas keterlambatannya.

“ada berita bagus apa ray? Hamson memulai pembicaraan saat semua sudah berkumpul “Sampai hari minggu gini kita musti ngumpul disini, dan tumben, kita ga di the roof? “ Ujarnya sambil menghisap rokoknya

“ pengen ganti suasana aja, aku ga mau ada yang bosan” ujar ray pendek

“bosan, siapa yang bakalan bosan?” Tanya hamson penasaran

“udahlah ga usah di bahas, ada berita apa ray?” potong edo

“oke, gini, semalam adil udah cerita ama aku tentang penyelidikan kecilnya buat langkah kita selanjutnya, gini.hm..tapi ada bagusnya adil langsung yang cerita”

“oke,pendeknya, seperti yang sebenarnya sudah aku tebak sebelumnya,kunci semua ini ada di tangan satu orang, dosen pembimbingku, pak andis, beliau adalah penanggung jawab utama semua sitem computer di kampus ini, dan menurut penelitianku, beliau boleh dibilang adalah tangan kanan pak rektor kita tercinta”

“jadi ,maksud kamu?” Tanya edo

“kalau aku bisa mendapatkan ‘kunci’ dari dia, maka aku bisa melanjutkan ke sistem computer pusat, dan dari sana kita bisa mengakses apa yang kita ingin” ujar adil meyakinkan rekan-rekannya

“ jadi kau sudah tau cara mendapatkan apa yang kau cari?” Tanya hamson

“belum, karena itu aku membicarakan hal ini pada ray kemarin dan ray meminta kita untuk berkumpul disini”

“oke, boleh aku langsung usul?, “ hamdi sukses menarik perhatian yang lain, dia tersenyum melihat semua mata tertuju padanya “ tak ada yang bisa menolak hal ini “, ujarnya sambil membentuk tangannya menjadi sebuah pistol

“ terlalu beresiko’ ujar ray tiba-tiba ”bagaimana kalau dia mengadukan misi kita pada orang lain, polisi misalnya, bapak rektor mungkin?”
Hamson menggerakkan tangannya membentuk garis horizontal di lehernya, namun ray menggeleng.

“ ya, aku tau siapa beliau, dan kalau mau berhiperbola, dia akan lebih memilih mati dibanding mengabaikan amanah, dia terlalu lurus dan putih “ adil menambahkan

“ dan seandainya dia mati, kita tidak mendapatkan apa-apa selain masalah. Aku mau permainan yang bersih, tanpa cela, bahkan tanpa jejak” ujar ray pelan namun tegas Yang membuat semua yang lain di ruangan tersebut- yang memang Cuma mereka- terdiam.

“kalau begitu, apa jalan keluarmu enstein” ujar hamson pendek setelah beberapa saat, memcah keheningan

Ray tersenyum, kemudian mengeluarkan handphonenya.

“ ini saatnya pemain ke 5 bermain” ujar ray

“pemain kelima?” Tanya edo dan hamdi bersamaan

Ray berbicara sebentar lewat hapenya kemudian mematikannya, dan tak lama, seseorang menaiki tangga dan muncul di hadapan mereka.

Coming soon : chapter 5 : play

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s