chapter 3 : ENTER

Chapter 3 :ENTER

Mobil sedan hitam itu berhenti di jalan sisingamaraja 7, sebuah daerah yang tak jauh dari kampus, namun sangat kurang populer di kalangan mahasiswa, Karena daerah ini terkenal angker dan liar.selain mistis yang menghinggapi penduduknya, daerah ini juga merupakan sarang para penjahat kambuhan dan penuh dengan lapisan dan golongan masyarakat indonesia yang dikenal dengan preman,sampai, daerah ini juga dikenal dengan nama : kandang singa, jadi Cuma orang dan mahasiswa tertentu yang tinggal disini, kalau bukan karena memiliki sembilan nyawa dan mental baja , yang tinggal disini memiliki sedikit ‘bekal’ didalam dada mereka.selain alasan di atas, orang yang tinggal disini Cuma orang orang yang benar-benar ingin bersembunyi dari dunia luar.karena alasan tertentu-tentunya.

Edo dan hamson turun dari mobil hasil ‘pinjaman’ hamson tersebut. Hamson menyalakan rokoknya,mengecek isi mainannya, lalu kembali menyelipkannya di pinggang. Dia kelihatan sangat tenang, berbeda dengan edo yang sangat gugup, namun dari tadi mencoba terlihat tenang

“kau takut?” ujar hamson tanpa menoleh sedikitpun kepada edo saat mereka mujlai berjalan menelusuri gang-gang yang memang tidak mungkin di tempuh dengan kendaraan roda empat itu.Cuma warung remang-remang dan pedagang eceran yang membuat daerah sepi itu terlihat ramai.

“jangan bodoh, aku tidak punya alasan untuk takut” edo menarik topi kupluk yang dipakainya malam itu agak kebawah

“sudahlah, akui saja, tenang kawan, kau bersamaku” jawab hamson

edo tertawa mendengar jawaban hamson

“bukan kah yang takut itu kau, buktinya kau selalu membawa mainanmu itu kemana-mana” ujar edo sambil terus berjalan
.
Detik selanjutnya , Tanpa sepengetahuan edo, sebuah benda bermuncung logam menempel di perut edo
.
“ooppss, hati –hati dengan mulutmu kawan, benda inilah yang nanti akan menyelamatkan nyawamu”

Edo terdiam sejenak, kemudian menjawab
“oke, kali ini aku akui aku takut, jauhkan benda itu dari perutku”

Hamson mengembalikan mainan itu ke pinggangnya, edo kembali menghela nafasnya.ia berpikir , apa salahnya sampai selalu dia yang berada dalam todongan senjata.

Tak lama kemudian, mereka sampai di sebuah rumah yang jauh terpisah dari rumah yang lain.sebuah rumah kecil di ujung gank.edo dan hamson segera berjalan ke arah pintu, edo menekan bel, sementara hamson memandang berkeliling memastikan keadaan aman..
Pintu terbuka, dan sebuah wajah yang mereka lihat di foto muncul sambil menggenggam sebuah console handheld.

“selamat , ada yang bisa saya bantu” ujarnya ramah dan terkesan kaku

“elqudilovsky..” ujar edo perlahan, namun memberi dampak lain di wajah lawan bicaranya.

“maaf,,” ujarnya cepat menutup pintu

.edo yang bingung bertanya kepada hamson “ ada apa dengannya ?” dan mencoba membuka gagang pintu ,memaksa untuk membuka,namun tetap gagal.Hamson yang sadar akan situasi itu , segera mendobrak pintu dan berlari kedalam diikiuti edo.namun telat.adil sudah melarikan diri lewat pintu samping.

“shit!!! ..kejar!!” tukas hamson sambil berlari keluar
***

Adil berlari cepat, menyandang sebuah ransel di punggungnya, sementara tak jauh di belakangnya terlihat dua orang tadi berlarian mengejarnya.

“sial, dari mana ANI tau persembunyianku.aku pikir aku sudah sangat aman disana” tukasnya cepat sambil berlari

ANI adalah singkatan dari AGENT NASIONAL INDONESIA, sebuah badan inteligen yang berksala nasional namun sudah malang melintang di dunia internasional. Kiprah elqudilovsky di dunia maya sudah dari dulu menjadi perhatian divisi cybercrime ANI, namun mereka masih belum bisa ‘menebak’ siapa sebenarnya elqudilovsky. Dan sebuah kata dari edo tadi membuat adil berpikir kalau dua orang goblok di belakangnya adalah agent ANI

Fisik adil yang sudah ditempa di MATANGINAGA,membuat staminanya bisa bertahan walau sudah berlari sejauh ini. Bahkan lebih baik dari edo yang tepat di belakangnya.sementara hamson, terlihat sudah mencapai batasnya.

“edo, kau kejar terus anak itu, aku benar-benar tidak sanggup,hosh..hosh” ujar hamson ngos-ngosan, mungkin rokok yang sudah menjadi bagian dari hidupnya adalah alasan keterbatasannya ini.

“serahkan ini pada ahlinya,” ujar edo yang terus berlari mengejar adil yang terus berlari di keheningan malam.sementara hamson langsung duduk mengatur nafasnya yang sudah tak karuan.

Adil yang menyadari kalau pengejarnya Cuma tinggal seorang diri memilih berhenti disebuah komplek pekuburan cina , menelpon sebuah nomor dan berbicara dengan cepat.

“iya bang, di macin,buruan.. hosh..hosh,…….. makasih bang””

edo yang melihat buruannya berhenti segera menggunakan kesempatan itu untuk mendekatinya

“berhenti qudilovsky,kami tidak akan melukaimu.kami butuh bantuanmu” ujarnya semakin maju mendekati kudil
“yah, aku tau, kalian memang selalu begitu, menangkapi orang-orang yang kalian anggap berbakat, dan kemudian memaksa mereka bekerja untuk kalian. Tawaran yang baik, tapi maaf, aku tidak tertarik” jawab adil sambil berjalan mundur

“ selalu? Apa maksudmu dengan selalu? Dan dari mana kau tau tentang misi rahasia ini”

“sudahlah ANI, jangan belagak bodoh, kerahasiaan kalian sudah tidak lagi rahasia”

“ terserahlah, yang penting aku harus membawamu..’

Edo bermaksud maju menyerang kudil, namun 2 buah cahaya di belakang adil membuatnya berhenti.setelah dekat dan berhenti, edo baru menyadari kalau 2 cahaya itu berasal dari 2 buah lampu motor.dan 2 pengendaranya,mahluk besar berambut potongan ala TNI dengan jaket kulit hitam langsung turun dari kuda besi tersebut.

“ini orangnya ?” suara berat salah seorang dari mereka cukup menggetarkan nyali edo

“yah, kutitipkan pada kalian, jangan di bunuh, cukup di beri sedikit pelajaran, sampaikan terimakasih ku pada bang baron, aku harus pergi” ujar adil sambil menepuk baju salah seorang tamu tersebut.

“oke, pergilah, ini urusan kami” keduanya serentak berkata sambil mengepalkan tangan mereka, edo baru menyadari kalau ternyata terminator itu memang ada di dunia nyata !! namun kepalang basah, edo pun maju menerjang mereka.

Dan klik, sekali lagi sebuah pistol di todongkan ke kepala edo .

***

Adil berjalan sedikit santai dalam kegelapan, memencet beberapa nomor dan menghubunginya, namun sepertinya nasib baik tidak berpihak kepada adil, karena beberapa kali kata sial muncul dari mulutnya.

SIAL..

Namun, kali ini bukan karena hapenya, tapi gara-gara sebuah pistol otomatis hitam menempel di punggungnya.

“aku tau kau pasti tau dengan benda ini, karena itu aku harap kau tidak gegabah” ujar pemilik senjata tersebut.

“jalan” katanya pendek, mereka pun berjalan sedikit, sampai disebuah jalan besar dengan mobil sedan hitam terparkir disana

“masuk!”

Adil pun masuk kedalam mobil , hamson menutup pintu dan segera mengikuti ke bangku depan, menguci pintu mobil dan kembali menghadap ke belakang sambil menodongkan pistol

“jangan berulah, atau otak jeniusmu itu akan meledak”

Adil tersenyum.

”jangan menggertak, aku tau ANI tidak akan menyia-nyiakan bakatku,apalagi membunuhku dengan semudah itu, karena apa yang ada di kepalaku sangat berharga buat kalian’

hamson tertawa mendengar setelah mendengar penjelasan adil

“tidak kuduga, ternyata orang sepertimu juga ada dalam daftar mereka?’

“mereka? Maksudmu ….kau bukan dari ANI?”

“ jangan bodoh kawan, aku Cuma penyakitan biasa yang sekarang berstatus mahasiswa seperti halnya dirimu, namun …tidak dengan nasib yang lebih baik, sudahlah, kita lanjutkan ceritanya di tempat tujuan kita”

“ kau mau bawa aku kemana?”

“sudahlah, jangan banyak tanya, paling tidak aku tidak akan merendam kepalamu di air sementara menyengatmu dengan kejutan listrik seperti yang mereka akan lakukan?” tanya

“ kau terlalu banyak nonton film” adil sedikit tenang sekarang

“sekedar informasi, aku pernah mengalami apa yang dialami aktor di film tersebut, hanya lebih menyakitkan” jelas hamson sambil mengeluarkan handphonenya dan menghubungi sebuah nomor.

“kau mau menghubungi temanmu tadi?” tanya adil

“iya, aku yakin dia tersesat saat mengejarmu, beda denganku yang sudah mengetahui hampir semua jalan di daerah ini”

“aku tidak tau apa yang sekarang terjadi dengan temanmu..tapi..aku meninggalkannya di macin dengan 2 orang temanku yang sedikit..”

“SHIT..”hamson segera memegang leher adil dengan keras, kalau sampai terjadi apa-apa dengannya, “kau akan berurusan lebih jauh denganku”

“berdoa saja temanku mendengar apa yang aku katakan” uajr adil tenang setelah lehernya di lepaskan hamson

Trittttirr..

Nama EDO tertera di layar hape

“ son, sorry, anak itu lepas, ada dua bulldog besar berpistol menhadangku, untungnya aku masih dibiarkan hidup dengan..sedikit memar dimana-mana, kau dimana?”

“oke, kau ikuti gang kecil kedua di depanmu itu,sampai kau bertemu dengan rumpun bambu, ikuti jalan setapak disebelahnya dan kau akan melihat aku dan kijang buruanmu dalam mobil yang akan membawa kita ke the roof”
***

Ray sedang asyik membaca mangascan saat tiga orang tamunya menginjakan kaki di the roof.edo didepan sedang memegangi mata kirinya yang memar, sementara adil sedang berjalan diiringi hamson dengan pistol otomatis menempel ke punggung adil.

“oke, sepertinya semua sehat-sehat saja..mari berbicara business”

“kau tidak tau apa yang aku alami di kandang singa” ujar edo sedikit emosi dengan perkataan ray

“okeh, later, aku sudah cukup bosan dengan flashback di manga-manga itu” ujar ray sambil menunjuk laptopnya.

Hamson mendorong adil dengan moncong senjatanya , memberi kode pada edo untuk menjaganya sementara dia mengarahkan benda tersebut ke arah ray

shit!, kami menantang bahaya di kandang singa sementara kau disini asik membaca komik?”

Ray tersenyum dan menjawab “ow, bagus , kemarahan dengan rima. Bayaha-singa, asik dan komik, menarik hamson, ada kemajuan di otakmu”

Terdengar bunyi klik dari pistol-otomatis hamson,”jangan bermain-main enstein..” ray senyum dan maju ke arah hamson, mengarahkan senjata tersebut tepat di kepalanya sendiri.

“silahkan, di balik kepala ini, ada ide mr.darwin, dan asal kau tau, ide itu tahan peluru, silahkan lakukan apa yang kau mau”
Hamson segera menarik kembali senjatanya .

“selamat malam mr. adil aulia akbar, atau bolehkah ku panggil elqudilovsky..? maaf atas kelancangan penjemputan ini, karena aku yakin kau tak akan datang dengan sebuah undangan dengan foto didalamnya”

“cukup, jadi apa maumu?” balas adil sedikit keras

“setaun yang lalu, kau berhasil membobol kemanan beberapa bank nasional, hanya untuk membuktikan bahwa kau bisa ..selanjutnya kau pergi tanpa mengambil apapun dari sana, sebuah prestasi yang bagiku cukup luar biasa”

“tunggu, hanya anak-anak excalibur yang tau tentang ..ehm, keberhasilan itu, jangan bilang kau salah satu diantara kami..”

Excalibur adalah singkatan dari -extraordinary cracker liberation underground-, sebuah forum diskusi para cracker, tempat sharing ilmu, atau Cuma sekerdar pamer informasi.yang bernanung disana biasa nya Cuma para cracker menengah ke atas, sementara yang tergolong noob akan pindah ke forum craker lainnya karena seleksi alam

“ehm, katakanlah begitu, walau aku tidak memiliki otakmu…. dan karena itulah aku butuh bantuanmu, untuk ‘masuk’ ke sana” ujar ray sambil menunjuk gedung rektorat, pusat segala kegiatan pemerintahan kampus.

“sistem keamanan kampus, apa yang kau cari?” tanya adil makin penasaran

“bukan hal yang besar, aku dan kedua temanku ini, Cuma mau secepatnya beranjak dari sini, dan itu Cuma bisa dilakukan dengan mengganti nilai-nilai kami dengan huruf lain..” sambil memandang edo yang sedang duduk memegang matanya, dan hamson yang memutar-mutar pemantik di tangannya.

“jangan bermimpi, aku tidak akan pernah melakukan itu”

“tentu saja kau tidak , karena kau tidak membutuhkan itu, kau Cuma akan mengganti nilai kami, itu saja “

“ jangan bodoh, tidak akan kulakukan’ ujar adil sedikit keras

“sepertinya kau lupa atau tidak mengecek apa isi inboxmu di excalibur.aku sudah memberikan tanda kepadamu ”

Adil berpikir sebentar. Kemudian terkejut
“kau OWL, mana mungkin, owl adalah seorang eksekutif muda di perusahaan multi nasional?”

“yah, itu aku, kau melupakan aturan utama di dunia cyber: hidden the truth-sembunyikan kenyataan-, sementara aku tidak akan menyembunyikan kenyataan tentang siapa kau sebenarnya, dan apa yang telah kau lakukan’

“tunggu..kalau kau adalah OWL, aku yakin kau bisa melakukan itu sendiri, karena aku juga mengikuti sepak terjangmu di dunia cyber!”

“terimakasih, namun aku tidak sehebat itu, kalau aku bisa kau tidak akan menculikmu kesini, karena kau satu-satu nya yang berhasil
menerobos sistem keamanan kampus ini sebelumnya.apa aku salah?’

Adil sepertinya sudah menyerah, “ tepatnya hampir..karena aku sama sekali belum mendapatkan apa-apa selain sebuah password.tapi baiklah , aku akan mencobanya lagi,…nm.tunggu, aku butuh tempat yang lebih….” Adil kemudian mengedarkan pandangannya ke sekitar

“perfect, tempat ini sempurna” ujarnya perlahan sambil menoleh kepada ray, yang dibalas dengan sebuah senyuman

Adil kemudian mengeluarkan perangkat dari tasnya, memasang ini itu di laptopnya.terakhir sebuah benda berbentuk antena menyudahi persiapannya.

“yup. Elqudilovsky, ready to launch” bisiknya perlahan sambil memencet tombol enter . Edo dan hamson yang dari tadi Cuma diam,sekarang bergerak mendekati adil dan ray

Tangan adil bergerak cepat menekan kombinasi angka dan huruf yang segera muncul di layar hitam di laptopnya. Edo dan hamson mengerunyutkan kening, sementara ray menatap penuh perhatian.kombinasi angka dan huruf masih terus memenuhi layar…
Setengah jam kemudian , adil mulai berkeringat..

“c’mon..c’mon..” jarinya tetap menari di keyboard, ray sudah mulai kelihatan khawatir

“DAMN !!AKU TIDAK BISA MENEMBUSNYA , sorry pals.”

Klik, sebuah pistol otomatis sekarang menempel di kepala adil.wajah pemiliknya terlihat sangat emosi, sementara edo terlihat bingung, gabungan antara senang dan khawatir, senang karena kali ini bukan dia yang menjadi sasaran si senjata, khawatir , kalau dia harus melihat,tetesan darah di malam ini, karena sepertinya hamson benar-benar sedang naik darah

‘jangan main main cebol, lakukan saja, jangan sampai aku kehilangan kesabaran” hardik hamson pada adil yang terlihat panik di tempatnya.

“TUNGGU SON !!! , dia tidak berbohong, sistem ini benar-benar belum bisa di tembus” ujar ray sambil mencoba membuat beberapa kombinasi nomor dilaptop adil

“ini seperti di RPG-role playing game-, sesuatu menghalangi kita untuk meneruskan perjalanan ke kastil, kita musti kembali ke world map untuk mencari sesuatu cara untuk mengalahkan sesuatu tersebut, sementara kita tidak tau apa sesuatu itu ”

“penjelasan keren” tukas adil sedikit senang saat ancaman itu tidak lagi berada di kepalanya. Sambil melirik takut-takut kapada hamson.

“jadi apa selajutnya enstein?” hamson bertanya kepada ray yang sekarang sedang duduk memandang kearah kampus di bawah mereka

“aku sudah menduga hal seperti ini akan terjadi, karena itu kita pindah ke plan B” ujarnya sambil melihat ke adil

“dan elqudilovsky, maaf sudah merepotkanmu, dan aku harap saat kami mengantarmu kembali ke kediamanmu, kau bisa melupakan kejadian hari ini, karena percayalah, kami akan menemukanmu di manapun kau bersembunyi saat rahasia ini terbongkar”

ray kemudian berdiri dan menoleh kepada hamson

“son, kau antarkan tamu kita kembali ke kediamannya , ingat aku mau dia utuh.” Hamson pun menoleh kepada adil

“tenang, aku berjanji aku tidaka kan mengatakan hal ini kepada siapaun, karena aku pun tidak akan beranjak dari sini sebelum aku bisa menembus sitem keparat ini ” jelas adil kemudian

“Maksudmu?” edo yang dari tadi Cuma mengeluh sakit sekarang mulai bersuara

“OWL, izinkan aku ikut dalam party mu, quest ini menjadi semakin menarik buatku”

ray tertawa, kemudian mengambil sebungkus rokok dari dalam saku jacketnya.dia mengambilnya satu kemudian menyulutnya.setelah itu dia melempar kotak nya ke adil.adil mengambil satu menyulutnya dan melempar sisanya ke hamson.hamson menangkapnya cepat,dan seperti dua sebelumnya, menyulutnya.kemudian melemparnya ke edo yang langsung di kembalikan ke edo ke pemilik semula.
Ketiganya menghembuskan rokoknya masing-masing ke angkasa.melawan dinginnya angin malam di the roof, edo Cuma menggeleng melihat ke tiga temannya itu.dia masih saja meringis, kadang berteriak ke angkasa, melawan rasa sakitnya malam itu.

Advertisements

One thought on “chapter 3 : ENTER

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s