CHAPTER 2 : WELCOME TO THE JUNGLE

CHAPTER 2 : WELCOME TO THE JUNGLE

“Sekian dulu kelas kita kali ini, tugas dikumpul minggu depan… selamat siang”

Dosen wanita setengah baya itupun keluar dari kelas, beberapa mahasiswa mengikutinya, menanyakan tentang tugas yang baru saja di berikan. beberapa bertanya ini itu, benar-benar tidak tau atau cuma cari kesempatan agar bisa menjilat dirinya.pragmatik atau semantik.

Seorang cewe manis berambut panjang, keluar dari kelas tak lama setelah merapikan buku dan dandananannya. Cewe itu memang sangat menarik, selain rambutnya yang panjang,hitam dan lurus. tubuhnya yang tinggi semampai memang membuat semua mata tertuju padanya, Tak terkecuali seorang pemuda cepak berkulit sawo matang yang duduk di barisan belakang, yang dari tadi mencuri pandang kepada si cewek. Saat si cewe keluar, dia pun bergerak meninggalkan mejanya, meninggalkan beberapa temannya yang memanggil –manggil namanya.sangat jelas dia bermaksud mengikuti si cewe, namun langkahnya terhenti saat
tiba-tiba nada sms dari telpon selularnya nya berbunyi. dia pun membaca tulisan yang tertera di sana :

THE ROOF.5 MENIT.RAY

SHIT!! Ujarnya perlahan,” kenapa musti sekarang”, lanjutnya dalam hati, tapi kemudian dia tetap berlari ke belakang gedung rektorat yang memang dekat dengan gedung perkuliahannya.dia berbelok ke balakng, ke arah the roof,menaiki tangga, kemudian sampai dengan nafas yang sedikit memburu.sesampai di atas, dia sudah melihat teman barunya berdiri dengan pongahnya.ujung kemeja yang tidak dikancingkannya melambai-lambai mengikuti kerasnya angin the roof.ray tersenyum melihat kedatangan edo di pintu the roof.

“untuk seorang atlit, kau terlalu pelan” ujar ray sambil melihat jam di tangannya

“diam kau , ada apa?” ujar edo sambil berusaha menenangkan nafasnya, dia baru sadar, kenapa dia harus berlari-lari demi sms bernada perintah tadi. Dia merasa sangat bodoh mau mengikuti orang ini.

“santai ….” Ujar ray bergerak kearah ranselnya.Kemudian dia mengambil botol air mineral dan melemparkannya ke edo yang kemudian segera menangkap dan meminumnya.dan setelah sedikit tenang, edo pun mendekati ray yang sekarang sudah duduk sambil menikmati rokoknya.ray pun mengeluarkan sesuatu dari sakunya.

Edo membuka kertas yang ternyata sebuah foto tersebut….

“siapa mahluk aneh ini?” tanya edo sambil memperhatikan mahluk bertopi merah,berkacamata di foto itu.

“ADIL AULIA AKBAR,atau A3 a.k.a ELQUDILOVSKY , mahasiswa tahun terakhir ilmu matematika, sekaligus cracker handal yang berhasil membobol sistem keamanan beberapa bank ternama di negara ini”

“lalu hubungannya dengan misi kita?” ujar edo masih bertanya

“dia adalah pemain kunci kita, nanti malam, dia sudah harus ada disini, dan dengan keahliannya, kita akan menerobos ke sistem keamananan kampus.sistem online yang di terapkan tahun lalu benar-benar sebuah anugrah, just a simple plan ”

“apa dia bersedia?”

“normalnya tidak, dan tugasmulah untuk membawanya kemari”

“dengan sedikit kekerasan?”

“jika diperlukan..silahkan menggunakannya”

“kau bercanda?”

“tentu tidak.kau tidak sanggup?”

“ justru sebaliknya, tugas ini terlalu gampang buatku” tukas edo menjadi optimis, sambil menjentik2an tangan ke foto tersebut

“jangan gegabah, kau tidak tau kau berhadapan dengan siapa ..”

“Cuma kutu buku kecil berkacamata kan ?”

“jangan meremehkan karena kacamata, aku juga berkacamata, tapi kau tidak akan pernah tau apa saja yang bisa aku perbuat. peter parker berkacamata, tapi dia bisa bergelantungan dari gedung ke gedung, clark kent juga pakai kacamata..tapi kau tau apa yang bisa dia lakukan bukan ?“ jelas ray bersemangat

“dasar bodoh, mereka Cuma di film!” jawab edo sedikit geli

“ kurang tepat, mereka juga ada di komik dan permainan video”

“terserahmulah, tapi tidak dalam dunia nyata kita”

Ray tertawa, kemudian menyulut rokoknya, menghembuskan asapnya ke udara.“kau tau MATANGINAGA?” ray bertanya serius kepada lawan bicaranya

“ pasti, grup pencinta alam kota ini,yang sudah mendapat nama di indonesia,orang-orang didalamnya adalah para pilihan,akus udah pernah mengikuti rekruitmentnya.namun gagal.apa hubungannya dengan tikus kecil ini?”

“ tikus kecil ini salah satu dari mereka, dan nanti kau akan lebih kaget kalau kau tau dimana lubang tikus kecil ini” ujar ray sambil
memperhatikan edo yang seakan tak percaya.

“ bagaimana atlet, sanggup?”

“kenapa tidak, serahkan hal ini kepadaku, nanti malam aku akan membawanya kesini, dan dengan pengetahuan dan keterampilanya, dia akan menerobos sistem kemanan kampus” edo mengulang kalimat ray, dan kemudian melanjutkan” dan memperbaiki nilai-nilai ku
“nilai kita berdua” ralat ray sambil tersenyum. Edo sedikit heran dan mau menayanyakan hal tersebut, namun sebuah suara mengagetkannya.

“ BERTIGA “ ujar sebuah suara yang muncul dari sisi lain the roof….

Pemilik suara itu muncul dari balik tumpukan bata, besi dan kayu yang di tutupi terpal. kemudian berjalan ke arah ray dan edo sambil menikmati rokoknya , mata merah nya sekarang memandang bergantian ke arah edo dan ray yang kaget dengan kedatangannya.

“ apa mau kalian?” ujarnya menantang

“harusnya aku yang bertanya son, apa yang kau lakukan disini?” ucap ray tetap tenang

Hamson tertawa sekeras-kerasnya setelah melihat jelas siapa yang berbicara

” ray, kau masih disini rupanya! aku pikir Cuma aku sendiri yang tersisa dari angkatan kita, ternyata aku masih punya teman, dan kau tidak mau lulus sendirian kan tentunya..soalnya sekali lagi, kita adalah teman”

HAMSON MAIDI, memang berada dalam satu angkatan dengan ray, 2 tahun diatas edo.walau dalam fakultas yang berbeda,hamson merupakan mahasiswa ilmu politik. mereka berkenalan sewaktu ospek pertama kali di universitas ini.mereka sama-sama ketauan w aktu merokok di belakang gedung sementara yang lain sibuk upacara.beberapa tahun kemudian, ia tumbuh sebagai koboi nya kampus, tak ada yang tak kenal tubuh kecil dan rumbut kriwil itu.berbagai macam kegilaan dilakukannya di kampus, sampai dia mendapat julukannya sekarang : madson, si son gila.

“ apa yang kau lakukan disini son?” ulang ray

Hamson tertawa, “sepanjang tahun, ini adalah tempat ku, akulah satu-satunya yang berada disini, tiap harinya, harusnya aku yang kaget dengan kemunculan kalian yang membicarakan misi mulia kalian itu, ehm..maksudku, misi mulia kita?”

Ray kaget.dia baru menyadari ternyata di siang hari the roof adalah markasnya hamson, yah, dia mengakui dia Cuma datang tiap malam minggu, sesekali malam lain, namun baru kali ini dia ‘nongkrong’ di the roof pada siang harinya.dia sama sekali tidak menduga bertemu hamson di saat tidak tepat seperti ini, dia sudah punya pengalaman dengan mahluk satu ini.

“ maaf, kau tak bisa ikut, teman” ujar ray pelan

“owh, jangan bercanda kawan, kau kenal aku bukan? Dan kau juga kenal benda yang bisa merekam ini bukan ?” hamdi tertawa-tawa sambil memutar-mutar hape ditangannya

“sial” ujar ray pelan,sambil memegang kepalanya, mencoba berpikir, mengalihkan pandangannya ke arah lain.

Namun saat itu, ray terlambat menyadari kalau edo yang dari tadi diam bergerak ke arah hamson, mencoba merebut handphone sekaligus menyerang hamson,namun tubuh kecil hamson membuat hamson bisa berkelit dengan mudah, menangkap pukulan edo, dan melakukan bantingan yang keliahatan musthil ditilik dari perbandingan tubuh mereka.

Edo terhempas ketanah, dan hamson segera melakukan pitingan ke leher edo dan menguncinya.ray bermaksud menolong edo,namun terhenti saat hamson mengeluarkan sesuatu dari tas kecil yang selalu disandangnya kemana-mana itu, dan beberapa detik kemudian benda sudah menempel di kepala edo.

“kau sudah gila son, jauhkan revolver itu, “ ujar ray panik, karena dia tau, dia berhadapan dengan mahluk yang bukan tanpa alasan mendapat gelar madson itu.

“berpikir ray, ayo berpikir..dan sementara itu..kepala kekasihmu ini sudah bocor” ujar hamson diikuti tawa yang sedikit menyeramkan.

Ray panik, dia tidak menyangka akan bertemu dengan keadaan seperti ini, ini semua diluar rencananya, dikepalanya semuanya kelihatan sangat mudah.

“oke, lepaskan dia, kau boleh ikut” putus ray kemudian

Hamson segera melepaskan pitingan dan revolvernya dari edo kemudian berjalan mendekati ray

“pilihan bagus, jadi apa misi kita selanjutnya , katakan padaku..”

“seperti yang kau sudah curi dengar tadi, nanti malam kau dan edo menjemput seseorang dan membawanya kesini, namun ingat, tinggalkan mainan mu

“kau tak berhak memerintah, enstein dan darwin berada dalam level yang sama “ jawab hamson sambil mengarahkan mainannya ke dagu ray.
Ray tetap tenang mengeluarkan hapenya, memberikannya ke hamson,” simpan nomormu, nanti malam aku akan menghubungi kalian, dan aku akan memastikan semua disini aman”

“baiklah, semoga misi mulia ini berhasil’ ujar hamson sambil menekan keypad dan menyerahkannya kembali kepada ray.kemudian dia mengeluarkan satu bungkus rokok,mengambilnya satu dan menawarkannya kepada ray.

Ray mengambil satu dan kemudian berlalu meninggalkan hamson, menuju edo yang masih tiduran di lantai the roof , masih trauma dan bersyukur , nyawanya masih tersisa satu.
“kau tidak apa-apa?” ujar ray mengulurkan tangan
“seperti yang kau lihat..,” “temanmu itu gila,” tambahnya kemudian sambil menyambut uluran tangan ray

“hati-hati bung, aku mendengarnya” hamson berbalik dan langsung menuju dua teman barunya itu

”tapi tak apalah, toh, aku maish punya kesempatan nanti malam, “ sambil menepuk bahu edo.

”sampai jumpa..au ‘revoir” ujarnya sambil melenggang meninggalkan the roof.

Beberapa saat kemudian dia berbalik “ RAY, KAU TAU….. KITA SERI..” dikuti tawanya yang luar biasa, menggema sampai disaat dia menuruni tangga the roof. ray menyalakan rokoknya dan meniupkannya keangkasa, dikepalanya berkecamuk banyak pikiran sekarang. ternyata siang begitu panas di the roof.

COMING SOON : CHAPTER 3 : ENTER

Advertisements

2 thoughts on “CHAPTER 2 : WELCOME TO THE JUNGLE

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s