DATE, DEATH, DAD ( pilot episode )

“Jadi kita resmi jadian ?”

cowok berkacamata itu terlihat gugup untuk menanyakan hal tersebut kepada cewek cantik bermata biru didepannya.

Yang ditanya malah tersenyum melihat tingkah si cowok.
“iya sayang…..kita resmi jadian..”” YES….finallly, im not single anymore,,! yiha…” si cowo melompat-lompat kegirangan, untung saja sore di kampus itu terbilang sepi, setidaknya tidak ada yang melihat ekspresi aneh penuh kelebayan dari si cowo.sementara si cewek Cuma geleng-geleng kepala melihat tingkah cowok barunya itu.
Namun setelah beberapa lama, sicowok sepertinya masih belum sadar, sehingga si cewek segera mengambil tindakan
“ sayang ..balik yu’! dah sore banget nich !” ajak si cewe sambil berteriak pada cowo yang sekarang sedang duduk di sudut lain lapangan basket,menetralkan nafas, karena sepertinya sudah cape melompat-lompat gembira.
“ oke sayang….aku segera kesana….”
Cowo berambut acak-acakan itu segera berlari ke sisi sang cewe, kemudian mereka berjalan beriringan kearah sedan putih milik si cewe yang diparkir tak jauh dari mereka.

***

Rama yang biasanya cuek , sekarang tampil rapi jali. Rambutnya yang tak beraturan sekarang dilumasi gel agak terlihat sedikit menawan.rama yang dikampus biasanya ‘hampir’ selalu terlihat dengan kaos “flash” nya sekarang terlihat sedikit berbeda.dia sengaja membeli sebuah kaos untuk kencan perdananya : sebuah kaos hitam berlogo kelelawar yang bisa menyala dalam gelap, Kaos limited edition ini diperolehnya dari hasil tabungan dan freelance sebagai penjaga toko buku. Penampilannya semakin menawan, ketika sebuah kemeja hitam polos di pasang sebagai luarannya. Sebagai sentuhan akhir, dia pun memasang kacamata minusnya, sambil sekali lagi merapikan diri didepan kaca: “perfect “ ujarnya pada dirinya sendiri.

***

08.00

Di parkiran sebuah bioskop, Rama terlihat gugup dan gelisah, berkali kali dia melihat jam ditanganya

“ shinta kemana ya , kok belum datang juga?” Ujarnya dalam hati.
Tapi tiba-tiba kegelisahannya terjawab saat sebuah sedan putih memasuki area parkir, dan berhenti agak jauh dari rama, tetapi masih dalam jarak pandangnya. Sosok yang dinanti-nantinya itupun keluar dari mobilnya. “dia selalu luar biasa “ komentar rama , walau malam itu Shinta Cuma memakai kemeja panjang dan jeans. Rama masih memperhatikan Shinta saat cewek itu terlihat mengangkat telponnya sambil emosi, tak lama kemudian dia mematikan ponselnya sambil melambaikan tangan kepada Rama.
Saat itulah sebuah sedan hitam tiba-tiba bergerak dengan kecepatan tinggi kearah shinta.

SHINTA..AWAAAAS!!!

Belum sempat rama beranjak dari tempatnya semula, mobil itu sudah membuat shinta terlempar ke jalan , mobil itu pun segera menghilang dari sana meninggalkan rama yang segera berlari ke arah shinta diikuti beberapa orang yang melihat kejadian itu. Rama segera mengenggam tangan shinta yang sudah dingin.dia menangis…

**

Sebuah komplek pekuburan

Di sebuah kuburan yang masih basah, Rama tak mampu menahan tangisnya,beberapa pelayat sudah meninggalkan tempat peristirahatan terakhir shinta, langit yang mendung seakan-akan ikut mewakili perasaan rama pagi itu, Kehilangan orang yang baru saja dimilikinya, orang yang sangat dicintainya.tiba-tiba sebuah tangan menyentuh bahunya,

“ sudahlah rama…ini sudah ketentuan yang kuasa, shinta pasti sudah berbahagia disana, kita sama-sama kehlangan orang yang sangat kita cintai rama.. ” seorang lelaki setengah baya mencoba berkata-kata buat menghiburnya
Pria berwajah simpatik itu adalah ghazul, ayah shinta, seorang pengusaha terkemuka.businessnya tidak hanya berkisar didalam negeri sja, tapi sudah merambah pasar luar negeri.walaupun sudah sering mendengar namanya, ia baru saja berkenalan denganya semalam, di rumah sakit, saat mengantar shinta.

“ iya om..” rama menjawab, namun tak beranjak dari sana. Dia masih saja memandangi kuburan kekasihnya itu, rama masih berharap kalo ini semua hanyalah mimpi. Namun, semakin ia mencoba menghindar, dadanya terasa makin sesak, perih.. dan sangat sakit..
“ kalo begitu..om balik duluan ram..” pak ghazul pun mohon pamit kemudian berbicara sesuatu kepada ibunya rama yang berdiri tak jauh dari situ. Ibu rama pun mendekati rama, memegang pundaknya
“ sudahlah nak…sudah saatnya kamu pulang , shinta akan bertambah sedih dialam sana kalau melihat kamu tetap sedih begini, yo pulang….” Ibunya mencoba membujuk, namun..
“ bunda pulang duluan aja ya bu.. rama masih ingin disini, ga papa kan bu?”
“ ya udah, jangan kelaman ya, udah mau hujan lo., bunda balik duluan ya.”

Bu dewi pun beranjak dari sana diikuti oleh ghazul.meninggalkan rama sendirian di komplek pemakaman tersebut.

***
Hujan yang mulai turun seakan-akan ikut merasakan kesedihan rama , unggukan tanah di depan rama semakin basah. Udara yang semakin dingin, tiupan angin yang semakin kencang, dan titik-titik hujan yang semakin deras pun menyadarkan rama. Ia bangkit dan menegadah ke langit, membiarkan titik –titik air menusuk wajahnya.tangannya terkepal, tak sadar dia berteriak

“ WAHAI ENGKAU YANG DIATAS SANA…AKU TAU..KAU PASTI MENDENGARKU ! INIKAH YANG KAU NAMAKAN KEADILAN ?? SAAT AKU BARU SAJA MEMILIKI, AKU HARUS KEHILANGAN DIRINYA !!!
INIKAH KEADILAN ? MENGAPA KAU AMBIL DIA BEGITU CEPAT….?? MENGAPA …APA SALAHKU, APA SALAHNYA ??

Rama diam, mencoba menenangkan nafasnya, sejenak kemudian, petir mulai menyambar-nyambar, angin terasa semakin kencang

“ BAIKLAH.KAU TIDAK SALAH…AKU YANG SALAH….SEMUA INI TERJADI KARENA KU BEGITU LAMBAN.AKU YANG MEMBUATNYA MATI…AKU YANG TELAH MEMBUNUHNYA…KAMI MUNGKIN MASIH BERSaMA SEANDAINYA AKU BISA LEBIH CEPAT……

Sebuah petir menghantam dada rama , rama terhempas beberapa meter dan kemudian tak sadarkan diri.
**

Rama mencoba membuka matanya.sedikit susah, karena masih ada sedikit rasa pusing di kepalanya. Namun ia terus mencoba, perlahan ia mulai membuka matanya, dan ia mulai mengedarkannya ke segala arah. Meja computer dengan cd games yang berserakan di sebelah kiri tempat tidur, poster JLA supergede tepat di belakang pintu, dan langit2 dengan jaring laba-laba yang dibuat sendiri dari benang. Tak salah lagi, ini kamarnya sendiri. Tapi , mengapa ia sampai berada disiini ? hal terakhir yang ia ingat adalah ketika ia tersambar petir di kuburan shinta.

Dreett…pintu kamarnya terbuka, dan sebuah wajah penuh kasih , masuk ke kamarnya dengan seulas senyum.
“bunda..”

“ syukurlah, kamu sudah bangun ma, bunda baru saja mau ngebangunin kamu, nich bunda baru aja beliin kamu mie ayam kesukan kamu ..”
Seperti bisa membaca pikiran anaknya, ibu dewi melanjutkan ..
“ tadi kamu pingsan di pemakaman…”
“pingsan ?” ulang rama
“iya” tadi bunda kan pulang diantar sama pak ghazul, ayahnya shinta, tapi dijalan, hujan tiba-tiba aja turun, ga tau kenapa, perasaan bunda tiba-tiba ga enak, makanya bunda minta ama supir pak ghazul buat balik lagi ke pemakaman, dan ternyata firasat bunda benar, bunda udah ngeliat kamnu pingsan di depan makannnya shinta”
“ jadi pak ghazul yang bawa rama ke rumah ? sekarang pak ghazulnya mana bunda ? “
“ udah pulang dari tadi, dia kesini Cuma nganterin kamu ma ibu, awalnya dia mau bawa kamu ke rumah sakit, tapi ibu suruh kesini aja,habis dari sini tadi dia langsung pulang.di rumah kan banyak yg mau melayat… “
Ibunya kemudian mengusap-ngusap kepala Rama., “emang kenapa sih , kok kamu bisa sampai pingsan?”

Awalnya, Rama bermaksud menceritakan petir yang menyambarnya, namun tiba-tiba diurungkannya.karena ia takut ibunya akan khawatir dan panik.

“ rama ga tau juga bunda, mungkin kecapean aj kali bunda” rama mencoba mencari alas an

“iya, bunda pikir juga gitu, dari semalam kamu kan ga tidur, makan juga ga, gimana ga pingsan “ bunda tersenyum

Rama berusaha balas tersenyum, namun begtiu banyak yang ada di kepalanya, kematian shinta, juga petir yang baru saja menyambarnya.

“ ya udah, mandi sana! Udah sore, habis mandi mie ayamny di habisin ya sayang, trus ntar, tolong kembaliin buku yang bunda pinjam ke perpus ya, bunda mau ke dapur dulu, mau masak buat ntar malam.. “ Ujar bu dewi sambil keluar dari kamar anaknya.

Sepeninggal ibunya rama kembali berbaring memikirkan aa yang sudah terjadi, bayangan shinta kembali mengisi kepalanya. Rambutnya yang panjang, wajahnya yang manis, senyumnya yang membuat ia terlihat lucu. Semua hadir kembali. Begitu juga saat ia ingat rendah hatinya shinta, walau ia putrid seoprang pengusaha kaya. di kampus, Ia tak pernah sombong dan pilih-pilih teman dalam bergaul. Bahkan ia mau bergaul dengan anak yang tergolong ‘aneh’ di kampus seperti rama, bahkan menerima cintanya. Rama membuka gallery ponselnya dan melihat foto teraklhir bersama shinta. Sekali lagi, aku minta maaf sayang, andai aja, aku bisa menyelamatkanmu lebih cepat…

**

Rama keluar dari kamarnya, mandi membuatnya sedikit segar, di depan pintu,. Ia menalikan speatu kets kesayangannya

Kemudian ia bersorak “ bunda…rama jalan ya..”
Bu dewi keluar dari dapur dan menemui anaknya di pintu depan, “ iya..hati-hati ya sayang..”

Bundanya tersenyum, ia tahu, tak mudah buat rama untuk menghadapi ini semua. Karena itu, bu dewi tadi sengaja menyuruh rama untuk mengambalikan buku ke perpustakaan. Karena dia tahu, Cuma buku dan perpustakanlah yang bisa membuat anakanya itu melupakan sejenak kesedihannya.beliau masuk kembali ke dalm rumah, ketika hendak menuju dapur, beliau melihat pintu kamar rama masih terbuka, Beliau pun teringat dengan mie ayam tadi dan bermaksud mengambil kembali mangkoknya, namun yang dilihatnya di dalam ternyata mie ayam itu sama sekali tidak disentuh rama, harusnya ia heran, karena rama belum pernah menyisakan mie ayam, ini adalah makanan favoritenya. Namun ia segera mengerti, ini sangat berat bagi rama. Ia segera membawa mie ayam yang masih utuh itu dan menutup kembali pintu kamar rama.

**

Rama berjalan santai menuju ke perpustakaan yang memang terletak tak begitu jauh dari rumahnya, kalau di tempuh berjalan kaki paling lama hanya memakan waktu 20 menit, Ketika melewati sebuah bangunan, rama sejenak terhenti, ia kemudian memandang ke area parkir yang telah merenggut nyawa kekasihnya itu. Ia masih ingat detail kejadiannya.
Yah, gedung yang dilewati rama adalah gedung bioskop tua yang tadi malam merenggut nyawa kekasihnya. Gedung bioskop ini memang terketak tak jauh dari perpustakaan umum tempat tujuan rama. Rama hampir saja menjadi sebuah cerita ketika sebuah mobil truk hampir saja menyenggolnya, untungnya rama cepat sadar dan segera menghindar.
Tanpa ada rasa bersalah , mobil itu masih melaju dengan kecepatan yang sama !!!

Rama menghela nafas, mencoba mendapatkan kembali kesadarannya , kira-kira 100 meter didepan, dia akan segera sampai di perpustakaan umum kota,sebuah perpustakaan yang memiliki koleksi cukup lengkap di kotanya, tempat dimana rama menghabniskans ebagain besar waktunya, tentunya selain di tempat partime dan kampusnya. tiba-tiba dia kaget, 100 meter di depan, seorang gadis sedang berjalan menunduk, tidak menyadari bahaya yang sedang mengintainya, karena truk yang tadi hamper menyerempatnya sekarang sedang mengincar nyawa gadis itu. Reflek, rama berlari mencoba menyelamatkan gadis yang sebenarnya berada jauh di depannya itu..

Supir truk itu mengerem mendadak, saat rama berhasil menggendong gadis itu ke trotoar, sontak kesadarann si supir kembali, ia hampr saja merenggut nyawa gadis itu.ia turund ari truk dan menghampiri rama yang menggendong si gadis. “ kau tidak apa-apa ?”

Sang gadis yang masih shock tidak menjawab, ia Cuma menangis, sementara rama segera menjawab .” Aku rasa aku berhasil menyelamatkannya tepat waktu-dia tidak apa-apa”

Sang supir mengerenyitkan dahinya, pemuda ini…pemuda ini adalah pemuda yang tadi hamper di tabraknya

“ kau…bukankah kau jauh di belakang ? bagaimana cara kau menyelamatkannya ?”

Rama kaget, ia juga baru sadar, bukankah tadi ia juga berada di belakang si gadis, dalam pikiranya ia tidak mungkin sempat menyelamatkan gadis yang masih terisak di dadanya ini, tapi faktanya, dia berhasil menyelamatkannya. Tapi entah kenapa, ia mencoba mengikuti permainan ini.

“ di belakang ? bapak mungkin salah lihat, saya berada sangat dekat dengan gadis ini “
“ tidak mungkin..aku yakin sekali kau yang di belakang tadi..”

“mungkin itu Cuma imajinasi bapak” jawab rama tenang.” mungkin karena bapak menyetir sambil…mabuk” tembak rama, karena dia bisa mencim aroma alcohol dari si supir.

“ tidak mungkin..kau…”

“beberapa meter di depan ada pos polisi, saya bisa saja menjadi saksi atas kejadian ini.lagian bapak sangat beruntung jalanan sedang sepi. Tapi, sekarang sepertinya sudah agak ramai, semakin lama bapak disini, akan semakin menarik perhatian orang, bapak pasti tidak mau kan? Lihat.. semua memperhatikan kita, jadi saran saya lebih baik bapak pergi”

Supir itu terhenyak mendengar ancaman dari rama, dia bisa bahaya kalau sampai polisi tau akan hal ini.hal terbaik yang bisa dilkaukannya adalah secepat mungkin melarikan diri dari sini, sebelum orang bertambah ramai.
“ ba..baiklah, maafkan saya , saya pergi, tapi saya mohon jangan laporkan saya “

“itu lebih baik..bapak bisa pegang janji saya..”

Supir itupun naik kembali ke truknya , diikuti senyum kemenangan rama dan beberapa detik kemduain mobil itu berlalu dari situ.

“ turunkan aku” ternyata gadis yang di gendong rama sudah berhanti menangis, dan rama segera melakukan perintah tersebut, ia baru sadar, sudah cukup lama ia menggendong gadis itu.

“ sorry-sorry.. aku sam sekali ga ada maksud……” Rama mencoba menjelaskan, namun tiba-tiba lidahnya seperti membeku..

“iya, ga pa pa kok, malah ,..aku harusnya terima kasih banget ma kamu, aku utang nyawa ama kamu, aku ga tau gimana ngucapin makasihnya..”

Rama masih terdiam, wajah gadis ini membuatnya tak mampu berkata-kata. Wajahnya mirip sekali dengan shinta. Namun dia berbola mata hitam, tidak biru seperti shinta.
Merasa di perhatikan, gadis itu meraba-raba wajahnya sendiri dan seperti terlupa sesuatu ia segera mengaduk-ngaduk tasnya. Kemudian mengeluarkans esuatu dari dalam kotak. “Nih dia, pantas dari tadi buram terus.” Ketikan si gadis memasang kacamatanya , rama sadar, kalo gadis di depannya sam sekali bukan shinta.

“ eh, sorry, barusan kamu ngomong apa ?”

“ makasih banget, aku tadi bener2 mikir kalo aku bakal kenapa-napa, makasih banget yah ! btw, aku dita ….aphrodita..”

“ oh, ya…sesama manusia emang musti tolong menolong kok..aku rama”
“eh, kamu kok bisa cepat bgt ya nyelametin aku..padahal aku tadi perasaan jalan sendirian deh “ dita terlihat penasaran dengan penyelamatan ajaibnya

“ oh..aku deket kamu kok, mungkin kamu jalannya nunduk kali, atau mungkin gara2 kacamata…”tukas rama sambil menyentuh kacamatanya..

Namun rama baru menyadri suatu keanehan, dari tadi dia sama sekali ga pakai kacamata. Lalu, dari mana dia bisa mendapat pandangan sejelas ini, kacamata minus 5 membuat ia tak bisa berpisah dari benda itu. Dia ingat, makam shinta…itu tempat dimana terakhir kali ia memakai kacamata itu….

Berarti, satu-satu nya hal yang bisa menjelaskan keanehan ini adalah…PETIR YANG MENYAMBARNYA, setelah kejadian itu semuanya menjadi berbeda. Kecepatan yang luar biasa, penglihatan yang kembali normal, ada apa sebenarnya ? pertanyaan itu terus terngiang di kepalanya. Ya, aku harus mencari tau nanti.tapi yang pasti aku harus mengalihkan pembicaran gadis ini dulu.pikir rama cepat.

“btw, mau kemana ? kok tasnya gede banget ?” Tanya rama tiba-tiba

“mau ke..sini ..“ jawab gadis itu sambil menunjuk gedung perpustakan yang tepat berada di belakang mereka “ papa nitip buat ngembaliin beberapa buku” lanjut gadis itu ditutup dengan sebuah senyum

“ wah, sama dunk, aku juga mau kesini, mau ngembaliin buku juga. Mau bareng ?” tawar rama

“ boleh…” jawab si gadis, dan mereka mulai bercengkarama menuju gedung perpustakaan.

**

Sementara itu di tempat lain, seorang pria tengah menekan sebuah nomor di hapenya

“ halo dita, kamu lagi dimana ?” tanyanya cepat saat telpon sudah diangkat

“ dita baru aja nyampe perpustakaan pa, ada pa ?”

“ baik-baik aja kok pa? walau…tadi sempat hampir ga baik-baik”

Si penelpon bingung dengan jawaban anaknya tersebut

“ ada apa dita ?”

“ntar deh pa, ceritanya panjang banget, nyampe rumah dita certain deh,,”

“ ya udah , kamu cepat pulang ya, perasaan papa ga enak nich….”

“ok pa..” dan pembicaraan itu terhenti sampai disana.

“Apa yang sebenarnya terjadi ? “ sambil mendekat ke kaca si pria dia masih terus berpikir tentang arti petir raksasa yang dilihatnya di hari secerah ini. apakah ini pertanda baik, ataukah sebaliknya ?

Advertisements

3 thoughts on “DATE, DEATH, DAD ( pilot episode )

  1. inspired by ponari y?hehe..kok bs ibuny gk sadar kl ankny kesamber petir?kan kl abs kesamber petir rambutny jadi jigrag2 keriting ky keris.. btw,’aphrodita’..mirip gk sma ‘aphrocita’?hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s